Jangan Anggap Sepele, Waspadai Gejala Berikut, Bisa Jadi Fase Prediabetes, Simak Cirinya

Sebaiknya perhatikan beberapa hal mengenai gejala prediabetes atau gejala sebelum diabetes berikut. Sebab diabetes adalah penyakit mematikan

Editor: Aqwamit Torik
Pexels
Ilustrasi penderita diabetes - Waspada gejala prediabetes 

TRIBUNMADURA.COM - Berikut ini gejala prediabetes yang patut diwaspadai.

Sebaiknya perhatikan beberapa hal mengenai gejala prediabetes atau gejala sebelum diabetes berikut.

Memang, diabetes bukan merupakan penyakit yang datang tiba-tiba.

Tapi patut diwaspadai, sebab diabetes merupakan penyakit yang mematikan.

Prediabetes atau kadar gula darah sudah melebihi batas normal, namun belum mencapai kadar gular darah setinggi penderita diabetes tipe 2.

Baca juga: Sering Ngantuk saat Puasa Apakah Termasuk Gejala Diabetes? Simak Penjelasan Lengkapnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, perjalanan seseorang yang semula sehat sampai terkena diabetes tipe 2 membutuhkan waktu 5 - 10 tahun.

Kondisi di awal akan terkena diabetes disebut "Orang menjadi diabetes itu tidak langsung tadinya sehat besok jadi diabetes, tetapi masuk dalam kondisi prediabetes.

Jadi belum masuk diabetes baru kemudian menjadi diabetes itu butuh waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun," kata dokter dante dalam kegiatan QnA Kemenkes, Kamis (8/9/2022).

Ia memaparkan, ada tanda-tanda awal atau yang disebut tanda klasik seseorang dinilai mengalami kondisi prediabetes, yaitu penurunan berat badan, rasa haus yang berlebihan, buang air kecil yang banyak pada malam hari dan rasa lapar.

"Itu disebut sebagai gejala klasik diabetes," imbuh Ahli diabetes molekuler pertama RI ini.

Namun, tidak semua orang mempunyai gejala klasik diabetes.

Artinya ada juga gejala-gejala yang mengikuti diabetes misalnya seperti pandangan mata yang kabur, disfungsi ereksi, kesemutan, kemudian ada kelainan keputihan pada wanita dan sebagainya.

"Itu adalah sebagai tanda tidak klasik dari diabetes. Dengan adanya tanda klasik dan tidak klasik diabetes maka kita bisa temukan diabetes itu lebih intens dan lebih dini," harap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved