Berita Madura

Deadline Oktober Tapi 127 Desa Peserta Pilkades di Bangkalan Tahun 2023 Belum Bentuk Panitia

Dengan deadline pembentuk P2KD hingga 1 Oktober 2022, sebanyak 127 desa tidak mempunyai waktu lama. Kondisi ini di luar kewenangan DPMD Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
net via TribunJogja.com
ilustrasi Pilkades 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2023 mulai awal Agustus 2022 telah memasuki tahapan pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD). Namun hingga Jumat (9/9/2022), tercatat masih sejumlah 22 desa dari total 149 desa peserta pilkades serentak yang telah membentuk P2KD.  

Dengan deadline pembentuk P2KD hingga 1 Oktober 2022, sebanyak 127 desa tidak mempunyai waktu lama. Kondisi ini di luar kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bangkalan.  

“Jadwal pembentukan P2KD adalah hak priogratif BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Hingga saat ini sudah terbentuk 22 P2KD dari total 149 desa peserta pilkades serentak tahun 2023,” ungkap Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangkalan, Hosin Jamili, Senin (12/9/2022).

Sebelumnya, Hosin menyatakan pembentukan P2KD merupakan tahapan krusial bahkan rawan konflik dalam proses pelaksanaan pilkades. Pada tahapan ini, ia menyarankan BPD dalam posisi netral dan harus melibatkan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang terdiri camat, kapolsek, dan danramil.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Bangkalan Mencari 18 Perempuan Potensial untuk Petugas Pengawas Kecamatan

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Bangkalan di GoogleNews TribunMadura.com

Ia menjelaskan, deadline 1 Oktober telah sesuai ketentuan dan pihak PMD juga memberikan masa toleransi hingga 15 hari apabila masih ada desa yang belum membentuk panitia desa. Namun ketika masih deadlock, maka pembentukan P2KD akan diambil alih Tim Fasilitasi Pilkades Kabupaten.

“Tidak ada kendala di bawah, mereka (BPD) sebetulnya sudah tahu perkiraannya. Rata-rata teman-teman di bawah tidak pernah menceritakan kendalanya. Bisa saja semisal satu desa menjadwalkan besok untuk pembentukan P2KD, namun gagal karena terkendala suatu hal,” jelasnya.

Data yang dihimpun Surya dari Dinas PMD Kabupaten Bangkalan, sebanyak 149 desa peserta pilkades serentak tahun 2023 itu tersebar di 17 kecamatan. Dengan rincian 5 desa di kecamatan Socah, 7 desa di Kecamatan Kamal, 3 desa di Kecamatan Burneh, 16 desa di Kecamatan Arosbaya, 10 desa di Kecamatan Geger, 10 desa di Kecamatan Klampis.

Selanjutnya, 10 desa di Kecamatan Tanjung Bumi, 7 desa di Kecamatan Sepulu, 10 desa di Kecamatan Kokop, 15 desa di Kecamatan Blega, 7 desa di Kecamatan Konang, 11 desa di Kecamatan Galis, 7 desa di Kecamatan Modung, 7 desa di Kecamatan Kwanyar, 4 desa di Kecamatan Labang, 10 desa di Kecamatan Tragah, dan 10 desa di Kecamatan Tanah Merah.

“Sebanyak 22 desa yang telah membentuk P2KD itu meliputi 3 desa di Kecamatan Socah, 2 desa di Kecamatan Geger, 2 desa di Kecamatan Klampis, 3 desa di Kecamatan Sepulu, 1 desa di Kecamatan Blega, 2 desa di Kecamatan Konang, 1 desa di Kecamatan Galis, dan 8 desa di Kecamatan Tanah Merah,” pungkas Hosin. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved