Berita Madura

Pendaftar Panwascam Wajib Bukan Pengurus Parpol, Bawaslu Bangkalan Buka Aduan Masyarakat

Bawaslu Bangkalan membuka ruang pengaduan selebar-lebarnya melalui Posko Pengaduan Masyarakat bagi masyarakat yang namanya dicatut Parpol

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Posko Pengaduan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bangkalan menerima pengadu setelah namanya tercatat dalam Sipol sebagai anggota sebuah partai politik, Selasa (13/9/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Mulai pekan depan, 21-27 September 2022 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan mulai membuka rekrutmen panitia pengawas kecamatan (panwascam). Bagi masyarakat pendaftar, namanya tidak tercatat dalam Sistem Informasi Parpol (Sipol).

Koordinator Tim Fasilitas Pengawasan Pendaftaran dan Verifikasi Parpol Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Buyung Pambudi mengungkapkan, pihaknya membuka ruang pengaduan selebar-lebarnya melalui Posko Pengaduan Masyarakat bagi masyarakat yang namanya dicatut sebagai pengurus ataupun anggota sebuah parpol.

“Setelah ini ada rekrutmen panwascam, berlanjut rekrutmen PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Masyarakat yang hendak mendaftar, silahkan adukan ke Posko Pengaduan Bawaslu Bangkalan bilamana nama tercatat di Sipol,” ungkap Buyung kepada Surya, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Pemkab Sampang Beberkan Strategi Menjadi Daerah dengan Angka Stunting Terendah Se-Madura

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Bangkalan di GoogleNews TribunMadura.com

Sekedar diketahui, Sipol adalah sistem dan teknologi yang digunakan dalam memfasilitasi pengelolaan administrasi pendaftaran, verifikasi, penetapan, hingga pemutakhiran data parpol peserta pemilu secara berkelanjutan. Bawaslu mendirikan Posko Pengaduan mulai pertengahan Agustus 2022.

“Hingga sekarang ada beberapa masyarakat yang datang mengadu karena namanya dicatut parpol tertentu, jumlah pengadu masih di bawah 20 orang. Kami mendirikan posko pengaduan dengan harapan masyarakat bisa menggunakan hak politik ketika namanya dicatut sebagai pengurus parpol,” jelasnya.

Seperti diketahui, Bawaslu Kabupaten Bangkalan membutuhkan sebanyak 54 anggota panwascam atau sejumlah 3 orang di setiap kecamatan. Jumlah minimal pendaftar di setiap kecamatan adalah dua kali lipat dari kebutuhan.

Artinya di setiap kecamatan harus terpenuhi 6 orang pendaftar. Dari jumlah pendaftar, keterwakilan perempuan di angka 30 persen perempuan harus terpenuhi sebagai wujud memberikan ruang kesetaraan gender. Rekrutmen secara resmi akan disampaikan Bawaslu Bangkalan pada Kamis (15/9/202).

“Tercatatnya nama masyarakat dalam Sipol tidak hanya akan berpengaruh terhadap pendaftaran panwascam ataupun PPK. Namun juga berpengaruh ketika masyarakat yang bersangkutan hendak mendaftar ASN,” papar Buyung. 

Ia menambahkan, Posko Pengaduan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bangkalan diperkirakan akan berakhir pada 14 Desember 2022. Di mana ketika tahapan pendaftaran parpol, verifikasi parpol, dan penetapan telah berakhir.

“Setelah parpol peserta pemilu ditetapkan, berarti parpol sudah tidak ada masalah secara keanggotaan. Verifikasi administrasi, verifikasi administrasi perbaikan, verifikasi faktual, hingga verifikasi perbaikan sudah dilalui,” pungkasn Buyung. (edo/ahmad faisol)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved