Berita Madura

Peredaran Pil Y di Pamekasan Menyasar Anak Muda dan Nelayan, Per Butir Dijual Seharga Rp 30 Ribu

peredaran Pil Y di Pamekasan banyak dibeli kalangan anak muda dan nelayan kini diamankan Polres Pamekasan

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto saat menunjukkan sejumlah barang bukti Pil Y dari para pengedar. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Satresnarkoba Polres Pamekasan, Madura mengungkap modus penjualan Pil Y yang mulai marak di kabupaten setempat.


Kasatreskoba Polres Pamekasan, AKP Junairi Tirto Admojo mengatakan, peredaran Pil Y di Pamekasan banyak dibeli kalangan anak muda dan nelayan.


Kata dia, per butir Pil Y oleh para pengedar dijual seharga Rp 30 ribu. 


"Peredaran Pil Y ini sangat tertutup sekali," kata AKP Junairi Tirto Admojo, Selasa (13/9/2022).


Mantan Kapolsek Proppo ini mengaku kesulitan untuk mengungkap dan menangkap bandar Pil Y ini.


Apalagi saat ini bersamaan dengan operasi tumpas semeru yang biasanya HP para bandar dan pengedar banyak mati.


Sehingga susah untuk melacak melalui jaringan seluler dari para pemakai Pil Y yang sebelumnya pernah ditangkap.


Kata dia, kemungkinan setelah operasi tumpas semeru ini usai, anggotanya bisa mengembangkan kasus peredaran Pil Y ini untuk menangkap pengedar dan bandar Pil Y tersebut.

Baca juga: Polres Pamekasan Berhasil Tangkap Pengedar Ribuan Pil Terlarang, Modus Tersangka Cukup Rumit

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com


"Untuk mengembangkan ke atas biasanya pada tiarap kalau waktunya operasi tumpas semeru, karena mereka lebih cerdik dapat info," ungkapnya.


Ia berjanji akan berusaha mengungkap dan menangkap bandar Pil Y untuk mendapatkan barang bukti yang lebih besar.


Untuk saat ini, anggotanya masih mampu menangkap pengedar Pil Y dengan barang bukti 2000 Pil Y siap edar.


"Selama operasi tumpas ini sangat sulit mengungkap karena semuanya tiarap, pelaku itu sudah tahu selama 12 hari ke depan akan ada operasi tumpas semeru," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved