Berita Madura
Budi Syahbuddin Gugur di Arena Muspimnas, Firman Syah Ali 'PMII Kehilangan Kader Lintas Generasi'
Tak terkecuali Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Firman Syah Ali.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Budi Syahbuddin meninggal dunia, Jumat (18/11/2022) sekitar pukul 23.30 WIB dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di arena Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII di Tulungagung, Jawa Timur.
Seluruh warga pergerakan dari generasi ke generasi mengekspresikan rasa duka yang mendalam.
Duka menggelayut di keluarga besar PMII.
Hampir tidak ada kader PMII yang tidak kenal Budi Syahbuddin.
Tak terkecuali Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Firman Syah Ali.
Dia menceritakan, baru buka grup-grup Whatssapp pagi hari langsung terkejut begitu mendengar berita duka di grup Jamaah Mak Yeye yang dikirim oleh Moch Isa Anshori.
Setelah dicek ke grup Jaringan Alumni Muda (JAM) PMII, ternyata informasi yang disampaikan Moch Isa Anshori benar, dan penyebab wafatnya adalah kecelakaan lalu lintas.
Informasinya, Budi Syahbuddin ditabrak pesepeda motor saat hendak menyeberang jalan di arena Muspimnas PMII.
"Almarhum adalah teman seangkatan saya, sama-sama Pengurus Besar PMII era Nusron Wahid. Dia orang baik, sangat baik, berteman baik dengan semua orang di PMII. Memasakkan nasi untuk siapapun yang berkunjung ke PB PMII," kenang Ketua Umum Pengurus Provinsi Indonesia Karate Do Jawa Timur (Pengprov INKADO Jatim) ini, Sabtu (19/11/2022).
Baca juga: Ahmad Sahroni Menjadi Ketum PP Inkado, Firman Syah Ali Optimis Inkado Rebut Puncak Prestasi
Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com
Menurut pria yang akrab disapa Cak Firman ini, almarhum Budi Syahbuddin dikenal sebagai sosok yang kocak, selalu gembira, dan menghibur.
Bahkan dalam berorganisasi di PMII sangat total, tak luntur oleh hujan, dan tak lekang oleh panas.
"Kader-kader Budi sudah banyak yang jadi pejabat negara atau daerah, dan Budi enjoy dengan semua itu, cara bergaulnya sama kepada semua kader, baik yang menjadi pejabat maupun yang belum menjadi pejabat. Sulit mencari lagi figur kader seperti Budi," lanjut Panglima Nahdliyyin Bergerak (NABRAK) ini.
Penuturan Cak Firman, almarhum Budi bukan pejabat.