Berita Madura

Bupati Sampang Slamet Junaidi Soal Maraknya Reklamasi di Sampang, Kordinasi Langsung dengan Gubernur

Bupati Sampang H Slamet Junaidi telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, bahkan berbincang langsung dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sampang H Slamet Junaidi (tengah) saat berbincang di momen Festival Mangrove di Politeknik Madura (Poltera), Jalan Raya Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang, Minggu (4/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Maraknya reklamasi atau proses pembuatan daratan baru di bibir pantai Kabupaten Sampang Madura menjadi atensi kepala daerah setempat.


Bupati Sampang H Slamet Junaidi telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, bahkan berbincang langsung dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.


Hal itu ia lakukan di saat momen Festival Mangrove yang digelar Pemprov Jatim di sejumlah titik pesisir pantai Kecamatan Camplong, Sampang hari ini, Minggu (4/12/2022).


"Tadi saya sempat berbicara dengan Ibu Gubernur, bagaimana maraknya reklamasi yang tentu menggerus bibir pantai kita (Kabupaten Sampang)," Kata Bupati Sampang H Slamet Junaidi.

Baca juga: Gubernur Jatim Kunjungi Sampang, Libatkan Ribuan Relawan Pecinta Alam untuk Tanam Mangrove

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Koordinasi itu dilakukan lantaran kebijakan reklamasi berada di Pemprov Jatim, sehingga kewajiban Pemkab Sampang untuk mengkomunikasikan kondisi daerah.


Pria yang akrab di sapa Haji Idi itu memberkan kondisi reklamasi di bibir pantai wilayah selatan Kabupaten Sampang lumayan tinggi, bahkan sebagian izin reklamasinya tidak ada.


"Apalagi di Kecamatan Sreseh, memang ada spot atau bibir pantai diakui atau sudah diberi patok oleh orang tapi izin reklamasi tidak ada, penanganan pun tidak ada, ini yang menjadi persoalan," terangnya.


Dengan begitu, dirinya merasa kondisi maraknya reklamasi menjadi PR pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi sebagai pemilik kebijakan untuk melakukan penertiban ke depan.


"Kami koordinasikan kepada ibu gubernur untuk mengetahui penindakan bagi reklamasi yang tidak berizin dan yang sudah berizin seperti apa," pungkasnya.


Sementara, saat dikonfirmasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa enggan berkomentar atas maraknya reklamasi di Kabupaten Sampang.


"Saat ini penanaman mangrove," Pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved