Berita Surabaya

Sambut Tahun Baru Imlek Jadi Momentum Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Seperti yang terlihat di Klenteng Pak Kik Bio Jagalan Surabaya membersihkan area klenteng dan altar persembahyangan

Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Pengurus Klenteng Ba De Miao Royal Residence Lakarsantri Surabaya menyampaikan dalam momen tahun baru Imlek dapat saling menjaga kerukunan 

TRIBUNMADURA.COM - Jelang tahun baru Imlek sejumlah klenteng bersiap menyambut tahun Kelinci Air. 

Seperti yang terlihat di Klenteng Pak Kik Bio Jagalan Surabaya membersihkan area klenteng dan altar persembahyangan.

"Dalam menyambut tahun baru Imlek 2574 Konzili kami melakukan ritual pembersihan patung dewa dan area klenteng agar pada saat momen pergantian tahun dapat digunakan dengan nyaman dan hikmat oleh para jemaat" terang Dr. Ongky Setyo Kuncoro yang juga menjabat sebagai Ketua MATAKIN Prov. Jatim.

"Kami berharap dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2574 ini seluruh umat Khonghucu yang ada di Jawa Timur tetap menjaga ketertiban, menjaga kerukunan dan toleransi dengan sesama dan yang terpenting bagaimana umat Khonghucu ini dapat menjalankan ibadah dengan sederhana mengingat saat ini dalam kondisi bayang-bayang resesi dan yang lebih penting tetap menjaga persatuan dan kesatuan" imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut Liem Tiong Yang Pengurus Klenteng Ba De Miao Royal Residence Lakarsantri Surabaya menyampaikan dalam momen tahun baru Imlek dapat saling menjaga kerukunan antar umat beragama dan toleransi sehingga dapat tercapai kedamaian khususnya Kota Surabaya umumnya Jawa Timur.

Baca juga: 10 Gambar Ucapan Tahun Baru Imlek 2023, Momen Penting Bagi Warga Tionghoa, Cocok Dibagikan ke Medsos

"Dalam perayaan tahun baru Imlek yang paling utama adalah berkumpul dengan keluarga dan dilanjutkan kegiatan peribadahan kepada leluhur, kepada Nabi/Shenming, kepada bumi dan kepada Tian Yang Maha Esa".

Klenteng Ba De Miao merupakan salah satu dari 6 tempat ibadah agama lainnya yang berdiri saling berdampingan sebagai wujud spirit toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.

Bangunan 2 lantai tersebut berjejer rapi dengan Gereja GKI (Kristen), Pura Sakti Raden Wijaya (Hindu), Kapel Santo Yustinus (Katholik), Wihara Buddhayana (Budha) dan Masjid Al Muhajirin (Islam).

"Dalam kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2574 Konzili / Tahun Kelinci Air semoga Tuhan YME memberkati kita semua, sancai" tambah pria yang juga pengurus MAKIN Kota Surabaya.

  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved