Berita Madura
Program Silase Jagung, Cara Dandim 0827 Sumenep Kembalikan Kejayaan Potensi Jagung dan Sapi Madura
Hal itu terjadi, karena saat ini pertanian dan peternakan sudah dianggap tidak memiliki prospek ekonomis yang baik di Sampang, Madura
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Menanam jagung dan memelihara sapi sudah menjadi budaya yang mengakar kuat di pulau Madura, khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep.
Namun, beberapa tahun terakhir ini budaya tersebut mulai ditinggalkan dengan banyaknya generasi muda yang merantau ke kota besar dan ke luar Negeri.
Hal itu terjadi, karena saat ini pertanian dan peternakan sudah dianggap tidak memiliki prospek ekonomis yang baik.
Dandim 0827/Sumenep Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi punya pandangan berbeda dan bahkan saat ini sudah mulai mengembangkan program silase jagung seluas 65 hektar atau 5 hektar setiap minggunya.
Baca juga: Angka Pengangguran Tahun 2022 di Sampang Turun Dibanding 2021, Profesi Petani Jadi Penyelamat
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com
Alasannya, selain memang mengemban tugas sebagai pimpinan pertahanan Negara di Kota Keris dan kini niatnya dengan 'program silase jagung' untuk mengembalikan kejayaan jagung dan sapi Madura.
Ia menyebutkan, sesuai data BPS Kabupaten Sumenep memiliki luas tanaman jagung 129.113 Ha, dengan hasil 3.1 ton per hektar.
Halnitu katanya, jauh dibawah rata-rata di daerah lain yang mencapai 6 sampai 7 ton.
Selain itu lanjunya, di Sumenep ini masih banyak lahan tidur dimana potensi lahan jagung yang tersedia adalah 400.000 hektar.
Sedangkan utuk sapi saat ini, populasi sapi di Sumenep mencapai 381.104 ekor.
"Kelebihan dari Sapi Madura adalah merupakan ras murni (plasma nutfah), memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap penyakit. Bahkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kualitas pakan, rendemen karkas tinggi hingga 54 % serta rasa daging yang lebih enak," katanya pada TribunMadura.com, Selasa (21/2/2023).
Dengan mengembangkan program silase jagung tersebut lanjutnya, akan tercipta integrasi antara pertanian yaitu penanaman jagung yang dimanfaatkan untuk pakan sapi dan kotoran
sapi akan dimanfaatkan untuk pertanian sebagai pupuk.
"Silase jagung adalah pakan fermentasi yang terbuat dari keseluruhan tanaman jagung (buah, batang, daun) yang dicacah dengan ukuran tertentu yang difermentasi dengan bantuan mikroba lactobacillus dan bakteri asam laktat," paparnya.
Pihaknya menuturkan, bahwa hal-hal yang sudah dilakukan Kodim 0827/Sumenep diantaranya, bersinergi dengan Pemkab Sumenep dan Pengusaha lokal (PT Citra Kartika Tandur/CKT) adalah :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Dandim-0827Sumenep-Letkol-Czi-Donny-Pramudya-Mahardi-saat-ditemui-jurnalis-TribunMadura.jpg)