Minggu, 12 April 2026

Berita Madura

HCML HSSE Goes to School, Edukasi Jaga Lingkungan Sehat

Senior Head of HSSE Project & Management System HCML, G. Sony Hernantyo mengatakan, HSSE Goes to School ini mengampanyekan arti pentingnya kesehatan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
HCML saat menyapa siswa di SMP Negeri 2 Saronggi Sumenep. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Husky–Cnooc Madura Limited (HCML) menyapa siswa-siswa SMP Negeri 2 Saronggi, Kabupaten Sumenep Madura dalam kegiatan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) pada Sabtu (18/3/2023).

Senior Head of HSSE Project & Management System HCML, G. Sony Hernantyo mengatakan, HSSE Goes to School ini mengampanyekan arti pentingnya kesehatan dan keselamatan.

Untuk Health, dirasa perlu mengkampanyekan bahaya merokok.

Karena sesuai data, usia perokok pemula semakin muda. Selain itu, siswa juga diberi pelatihan dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK).

"Pelatihan dasar itu diberikan pada adik-adik siswa pengelola UKS. Tadi juga sempat ada praktek penanganan PPPK," kata G. Sony Hernantyo

Baca juga: Bupati Achmad Fauzi Naikkan Anggaran Jalan di Pulau Kangean Sumenep Mencapai Rp 9 Miliar

Sedangkan untuk safety lanjutnya, siswa diberi edukasi bagaimana menyelamatkan diri apabila terjadi gempa bumi di sekolah dan rumah.

Selain itu, siswa juga diberikan pembekalan bagaimana penanganan bahaya api. Pelatihan yang diberikan terkait dengan penanganan kebakaran dari gas elpiji.

"Contoh paling gampang dan sering ditemui adik-adik dalam keseharian ini kan penggunaan gas elpiji. Nah, kami memberikan pelatihan dasar keselamatan terkait gas elpiji," katanya.

Kegiatan HCML 'off shore' inilnjutnya, dikategorikan dalam objek vital nasional.

Karena itu, HCML akan selalu memastikan keamanan dalam kegiatan operasinya.

Sony melanjutkan, bersama para siswa SMP Negeri 2 Saronggi, diharapkan bisa bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran.

"Tadi kita juga memberikan pelatihan tentang bagaimana pemilihan media tanam yang baik, agar kita juga bisa monitoring, apa yang akan kita tanam," katanya.

Dari itu pihaknya berharap, akan ada kelanjutan program berupa penanaman mangrove untuk mencegah abrasi pantai.

"Saat ini kita mulai saja dari hal-hal sederhana yang mudah dipahami siswa," tuturnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved