Selasa, 19 Mei 2026

Berita Surabaya

Terungkap Sosok Mahasiswa Unsuri yang Tewas Tergeletak di Frontage A Yani Surabaya secara Misterius

Terungkap sosok mahasiswa Universitas Sunan Giri yang diduga tewas secara misterius dengan posisi tertelungkup di pinggir Jalan Frontage A Yani.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ficca Ayu
TribunMadura.com/Luhur Pambudi
Saat Abdul Rofiq menunjukkan foto semasa hidup M Iqbal Firdaus (19) anaknya yang ditemukan tewas di Jalan Frontage A Yani No 116, Gayungan, Surabaya, pada Minggu (2/4/2023) dini hari. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - M Iqbal Firdaus (19) mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) yang diduga tewas secara misterius dengan posisi tertelungkup di pinggir Jalan Frontage A Yani No 116, Gayungan, Surabaya, pada Minggu (2/4/2023) dini hari, dikenal sebagai sosok periang dan sederhana. 

Diketahui, pemuda bertubuh tegap dengan tinggi badan 185 cm itu, merupakan mahasiwa semester dua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, Unsuri, di Waru, Kabupaten Sidoarjo. 

Sebelumnya, Iqbal sapaan akrabnya, sempat 'mondok' selama tiga tahun di Pondok Pesantren (Ponpes) Ilmu Al Quran (PIQ) di Singosari, Kabupaten Malang. 

Teman kuliah korban, M Alfian Dwi Prawira mengatakan, sepeninggal Iqbal, kelas perkuliahan yang berisi tak lebih dari delapan orang, setiap harinya, bakal terasa sepi.

Baca juga: Berita Madura Terpopuler 3 April 2023: Bocah Tewas Gegara Disuruh Tak Henti Belajar - Prank Pocong

Sosok Iqbal dikenal sebagai periang, gemar bercanda dan melecutkan lelucon segar. Kendati demikian, Iqbal selalu memahami batasan dalam perilakunya itu. Iqbal tetap mengedepankan sopan santun, di dalam kelas perkuliahan. 

"Yang hilang dari suasana kelas sepeninggal Iqbal. Suasana kelas menjadi sepi, kelas akan menjadi sering membosankan. Karena di kelas. Cuma ada 8 orang, dan yang aktif Mas Iqbal sendiri. Pinter, guyon, tau attitude, akhlak bagus," katanya saat ditemui TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ) di depan rumah korban, kawasan Jalan Dukuh Kupang VII, Dukuh Pakis, Surabaya, Senin (3/4/2023). 

Keseharian selama berkuliah, Iqbal dikenal sebagai sosok yang ramah, periang, gemar bercanda, solidaritas dan loyalitas kepada teman-temannya. 

Kendati demikian, lanjut Alfian, Iqbal memiliki kebiasaan hidup yang terbilang sederhana, bijak, gemar menolong, dan ramah. 

"Memang dia itu paling besar pengaruhnya dalam kelas. Ya intinya gak bisa disampaikan dengan kata-kata. Kesederhanaannya, bijaknya, ramahnya, saling tolong menolong pada teman," jelasnya. 

Menurut Alfian, Iqbal terakhir kali berkomunikasi dengan teman-teman kuliah melalui WhatsApp Group (WAG), sekitar pukul 00.30 WIB. Atau sekitar tiga jam, sebelum Iqbal dikabarkan tewas di ruas jalan tersebut. 

Baca juga: Nasib Tragis Ibu Mencari Nafkah Penjual Empal Gentong, Tewas Tersambar Petir, 2 Orang Terkapar

Dalam komunikasi terakhirnya itu, Iqbal memanfaatkan pesan voice note (VN) untuk disebar kepada teman-teman peserta di dalam WAG tersebut, dengan tetap menyelipkan pernyataan yang bermuatan tawa dan canda. 

Semua teman di dalam WAG tersebut mengira, bahwa kelakar dan candaan yang disampaikan oleh Iqbal, pada malam itu, merupakan hal biasa. 

Apalagi, sosok Iqbal juga dikenal periang, dan bersahabat dengan semua teman-teman satu angkatannya di dalam kampus. 

Namun, lanjut Alfian, seusai mendapatkan kabar bahwa Iqbal dinyatakan meninggal dunia, setelah ditemukan tergeletak tak sadarkan diri dengan posisi tertelungkup di pinggir Jalan Frontage A Yani No 116, Gayungan, Surabaya itu. Makna VN yang dibuat oleh Iqbal, pun sontak berubah. 

Semua teman-teman kuliah Iqbal yang merasa kehilangan, menganggap pesan VN Iqbal di jam tersebut, merupakan penanda kepergian Iqbal selama-lamanya. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved