Breaking News
Senin, 13 April 2026

Pemilu 2024

Para Gus Jawa Timur Bareng Gus Miftah Dukung Prabowo, Gus Hans: Kami Bicara Suksesi yang Smooth

Menurut Kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, pertemuan banyak berbicara soal suksesi kepemimpinan nasional pasca Presiden Joko Widodo

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) saat bertemu Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DI Yogyakarta, Jum'at malam (8/9/2023). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sejumlah tokoh pesantren asal Jawa Timur bertemu dengan Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, DI Yogyakarta, Jum'at malam (8/9/2023).

Mereka menjadi bagian dari sejumlah gus dan para Kiai di Jawa yang menegaskan dukungan kepada Prabowo.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Zahrul Azhar Asumta yang turut hadir pada acara tersebut mengungkapkan isi pertemuan ini. Menurut Kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, pertemuan banyak berbicara soal suksesi kepemimpinan nasional pasca Presiden Joko Widodo.

"Tadi malam merupakan acara di Pondok Pesantren Ora Aji, yang dihadiri oleh beberapa Gus, Bu Nyai dari Jateng, dan Jatim. Kami bersilaturahmi dengan Bapak Prabowo," kata Gus Hans dikonfirmasi dari Surabaya, Sabtu (9/9/2023).

Dalam forum tersebut, Gus Hans memberikan sambutan. Ia mewakili beberapa Gus dan tokoh-tokoh pesantren yang hadir.

Baca juga: Perkuat Basis Religius, Konco Prabowo Segera Gelar Deklarasi dengan Kiai Kampung se-Tapal Kuda

Informasi lengkap dan menarik Berita Madura lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Di pondok pesantren yang diasuh KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) tersebut, para kiai dan gus tersebut menilai figur Prabowo sebagai figur yang cocok dengan kepemimpinan nasional. Menurutnya, Prabowo bisa menjadi penerus Jokowi tanpa menimbulkan gejolak.

"Saya menyampaikan, bahwa Pak Prabowo bisa menjadi solusi dalam suksesi yang smooth, yang tentu situasi yang smooth ini dibutuhkan," kata Gus Hans yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Peterongan, Jombang ini.

Menurutnya, peralihan kepemimpinan nasional secara damai akan menjaga stabilitas nasional. Dampaknya, ada berbagai bidang yang akan mendapatkan manfaat, termasuk soal investasi, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya.

"Terutama di dunia bisnis. Sebab kalau terlalu bergejolak, dan terlalu ada perubahan yang radikal di dalam perubahan pola kepemimpinan dan cara memimpin, tentu akan berdampak pada stabilitas ekonomi," kata Gus Hans.

Selain sebagai suksesor, Prabowo juga bisa menyempurnakan berbagai kebijakan yang sudah berjalan saat ini. Pun apabila ada perubahan, Prabowo diyakini tetap dapat menjaga stabilitas.

"Maka, Pak Prabowo adalah solusi. Sebab apabila kita stuck, dan hanya seperti ini saja, ya mungkin orang tidak akan memiliki semangat terhadap bangsa ke depan. Sehingga, perlu ada perubahan, tapi perubahan yang smooth," kata Gus Hans.

Selain soal program ke depan, Prabowo juga memiliki kriteria yang cocok sebagai pemimpin. Prabowo memiliki jiwa yang besar, terutama dengan mengutamakan kepentingan nasional dibandingkan ego pribadi.

"Kami juga menyampaikan kekaguman kepada Pak Prabowo yang bisa mengalahkan ego pribadi demi kepentingan bangsa. Yaitu, saat Prabowo bergabung ke pemerintahan Presiden Jokowi," katanya.

Prabowo yang sebelumnya merupakan kompetitor Jokowi di pemilu 2019, merelakan kepentingan pribadi dengan masuk dalam kabinet pemerintahan dengan menjadi Menteri Pertahanan. "Padahal, sempat head to head sangat keras dan membekas cukup lama," kata Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) ini.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved