berita Viral

Kisah Anjing Setia Temani Jasad Kakek di Puncak Gunung, Bertahan 2 Bulan, Sempat Dilaporkan Hilang

Anjing ini menemani jasad seorang kakek di puncak gunung selama 2 bulan. Mereka sempat dilaporkan hilang oleh keluarga.

Facebook.com
Anjing di Amerika Serikat setia menemani pemiliknya yang telah meninggal selama 2 bulan. 

TRIBUNMADURA.COM - Banyak kisah nyata menceritakan kesetiaan anjing kepada pemiliknya.

Sebab itu, tak mengherankan bila hewan berbulu ini kerap disebut sahabat manusia.

Keloyalan ini juga dibuktikan oleh anjing asal Amerika Serikat ini.

Dia setia menemani jasad seorang kakek di puncak gunung.

Tak ayal, aksi sang anjing menuai perhatian lantaran dia berhasil bertahan hidup di puncak selama dua bulan.

Lantas, seperti apa kisah anjing setia ini?

Baca juga: Sakit Hati Istrinya Diakui Orang Lain, Pria Pamekasan Gelap Mata Bacok Petani 5 Kali saat Subuh

Awal mula, seorang kakek berusia 71 tahun dilaporkan menghilang saat mendaki Blackhead Peak, Colorado, Amerika Serikat.

Tak sendirian, ternyata sang kakek ditemani oleh anjing peliharaannya yang bernama Finney.

Sementara kakek tersebut diketahui bernama Rich Moore.

Hingga akhirnya, jasad Rich Moore ditemukan bersama seekor anjing.

Tak ada yang menduga anjing tersebut masih hidup menemani jasad pemiliknya itu.

Dilansir dari Metro.co.uk via TribunStyle.com, Rabu (15/11/2023), Rich Moore menghilang bersama anjing Finney pada 19 Agustus 2023 lalu.

Bahkan pencarian Rich dan Finney dilakukan oleh tim helikopter setelah mereka dilaporkan hilang.

Tim pencarian disebut sempat menjelajahi area tempat mobil milik Rich hingga ke daerah puncak gunung.

Namun nahas, Rich dan Finney tidak bisa ditemukan oleh tim pencarian.

Baca juga: Heboh Video Dugaan Ritual Sesat di Tangerang, Ada Makam hingga Anjing Hitam, Ini Tanggapan Pak Camat

Seekor anjing bernama Finney setia menemani jasad pemiliknya di puncak gunung selama dua bulan. Mereka sempat dilaporkan hilang oleh keluarga setelah izin mendaki.
Seekor anjing bernama Finney setia menemani jasad pemiliknya di puncak gunung selama dua bulan. Mereka sempat dilaporkan hilang oleh keluarga setelah izin mendaki. (Metro.co.uk)

Namun pada 30 Oktober lalu, seorang pemburu lokal menemukan tubuh dingin Rich Moore di sebuah lembah di bagian tenggara puncak gunung.

Pemburu itu melihat jasad Rich Moore yang sudah membeku.

Bahkan terlihat juga seekor anjing yang masih hidup setia menunggu di sisi pemiliknya.

Kantor sheriff dan polisi setempat akhirnya mengevakuasi jenazah Rich.

Lalu mereka juga membawa si Finney kecil ke dokter hewan untuk dilakukan perawatan.

Rute pendakian di gunung ini adalah sepanjang tiga mil (4.8 Km) dengan ketinggian 2.500 kaki (sekira 760 meter).

Gunung Blackhead di bagian tenggara ini digambarkan sebagai daerah ‘kasar, berbatu, dan curam’, menurut The Mercury News.

Jalur pendakian ini dimulai dari sebuah jalan raya, namun jalur terakhir di dekat puncak tidak terlalu terawat.

Baca juga: Konser Bakal Didemo Gegara Pro-LGBT, Vokalis Coldplay Santai Jalan Nyeker ke Waduk Jakarta, ‘Epic’

Seorang anggota regu pencarian dan penyelamatan, Delinda Vanne-Brightyn, memberikan komentarnya tentang penemuan Rich Moore di Facebook:

“Kami mencari dari bawah puncak dan langsung ke barat, mencari menuruni gunung menuju tempat mobilnya berada."

“Dia ditemukan 2,5 mil sebelah timur puncak gunung di bawah tempat kami masuk dengan helikopter.”

Penyebab kematian Rich hingga kini masih belum dirilis, namun para pejabat lokal mengatakan tidak ada dugaan pembunuhan.

Hingga artikel ini dirilis, masih belum diketahui bagaimana bisa anjing kecil ini bertahan hidup selama dua bulan.

Kini Finney telah kembali bersatu dengan keluarganya yang dirindukan meski tanpa Rich Moore.

Di sisi lain, kisah seekor anjing menarik perhatian publik pasca erupsi Gunung Semeru, Sabtu (14/12/2022).

Anjing di lereng Gunung Semeru  itu menemukan jenazah ibu dan anak yang berpelukan pasca erupsi Gunung Semeru.

Anjing tersebut diketahui berjenis mix herder yang ditemukan hidup di kawasan pemukiman, yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Dusun Curah Kobokan, Supiturang, Pronojiwo, Lumajang.

Anjing itu selama 12 hari berkeliaran di sudut pemukiman, pasca erupsi.

Diduga kuat, hewan berbulu itu sedang menunggu tuannya.

Baca juga: Kesetiaan Nemo, Anjing Lereng Gunung Semeru yang Menanti Tuannya Datang, Tunjukkan Hal Tak Terduga

Animals Hope Shelter saat mengevakuasi anjing Nemo di lereng Gunung Semeru
Animals Hope Shelter saat mengevakuasi anjing Nemo di lereng Gunung Semeru (Dokumen Animals Hope Shelter)

Kisah haru Nemo diungkap oleh Founder Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale. 

Nemo selama 12 hari berada di kawasan zona hitam bahaya erupsi susulan.

Disebutkan Christian, keberadaan Nemo, pertama kali diketahui oleh Tim Sar Baret Nasdem yang membantu melakukan operasi SAR pencarian korban di Dusun Curah Kobokan.

Nemo selalu kabur saat didekati oleh para tim SAR. Sehingga relawan kesulitan untuk mengevakuasinya. Diduga kuat, hewan berbulu itu hanya ingin bertemu tuannya.

"Nemo ini anjing milik salah seorang warga, dia biasa jaga lahan kebun milik tuannya. Tuannya diduga meninggal jadi korban erupsi," katanya.

Untung, salah seorang relawan memahami isyarat yang ditunjukkan Nemo.

Ia minta ingin diikuti.

Setelah diikuti, anjing itu kemudian berhenti di salah satu timbunan material vulkanik.

Relawan yang mencurigainya kemudian meminta bantuan TNI dan anjing K-9. Lokasi itu diendus dan digali.

"Di lokasi yang ditunjukkan Nemo, ada tiga jenazah. Dan sedihnya itu ditemukan jenazah Putri (28) dan Salsa (3) sedang berpelukan, kondisi ibunya hangus, tapi anaknya utuh," katanya.

Christian tak tahu pasti apakah tiga jenazah yang ditemukan tersebut merupakan tuan Nemo atau bukan.

Sebab sampai sekarang, ia masih mengumpulkan keterangan warga.

"Ini masih saya gali, apakah itu tuannya atau bukan," ujar dia.

Baca juga: Wapres Batal Sapa Langsung Korban Erupsi Gunung Semeru, Maruf Amin Beri Kepastian Hunian Sementara

Usai memberikan tanda lokasi jenazah, Nemo ternyata masih menolak untuk dievakuasi.

Ia berlari tiap kali didekati oleh tim rescue. 

Berdasarkan keterangan warga sekitar, selama 12 hari pasca erupsi, Nemo bertahan di Curah Kobokan tanpa makan dan minum.

Dia hanya makan dari nasi bungkus sisa para relawan.

Ia berlari ke sudut-sudut kampung, seperti sedang mencari tuannya pulang.

"Kemungkinan dia mencari, karena bertahan 12 hari tanpa makan dan minum, sampai mengalami ISPA, batuk-batuk. Tuannya diduga sudah meninggal," kata dia.

Nemo akhirnya berhasil dievakuasi oleh Christian bersama Animals Hope Shelter, Rabu (15/12). Anjing itu kini menjalani rehabilitasi untuk pemulihan.

"Di hari ke 12 kami akhirnya mengevakuasi Nemo dari zona hitam, dia jinak usianya sekitar 9-10 tahun," pungkasnya.

----

Berita Madura dan berita viral lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved