Berita Terkini Pamekasan
Kisah Royyan Julian Raih Anugerah Sutasoma Berkat Sastra Indonesia Angkatan Inteligensia Artifisial
Royyan Julian dapat penghargaan Anugerah Sutasoma dari Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) di Gedung Kesenian Cak Durasim, Kompleks Taman Budaya Jawa Timur
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
"Bagaimana caranya AI itu menjadi tantangan kita para penulis untuk semakin getol bersastra," sarannya.
Pengamatan penulis murah tertawa itu, AI belakangan ini marak digunakan dalam berbagai aspek keilmuan.
Bahkan bayangan dia, AI ke depan tidak hanya digunakan dalam persoalan kognitif, melainkan juga akan masuk ke ranah seni dan sastra.
"Dunia seni dan sastra itu ranahnya emosi dan spiritual, dan AI juga akan merambah ke situ," prediksinya.
Royyan juga memprediksi, AI ke depan akan pandai membuat puisi yang lebih bagus dari karya D Zawawi Imron, penyair Madura.
Namun secara pribadi, Royyan mengaku tidak khawatir dengan merambahnya AI ke dunia sastra Indonesia.
"AI ini kecerdasan yang tidak memiliki kesadaran, emosi, rasa dan spiritual. Emosi, spiritual, dan rasa itu kan persoalan algoritma tubuh, persoalan mekanisme kimia yang ada di dalam otak manusia."
"Misal algoritma komputer bisa meniru, dan sudah tahu jalannya manusia bisa merasakan emosi, ya bisa saja AI akan pandai bikin puisi yang bagus," prediksi dia lagi.
Royyan juga membayangkan suatu saat akan ada kompetisi sastra Indonesia yang pesertanya manusia dan AI.
Begitu pula juri lomba sastra Indonesia itu 50 persen AI dan 50 persen manusia.
"Anggap saja karya ini hanya visiku tentang masa depan, dan pembayanganku tentang masa depan animo sastra Indonesia," bebernya.
Meski mendapat Anugerah Sutasoma, Royyan merasa belum puas.
Ke depan ada target yang ingin dia capai lagi, yaitu menulis novel semegah Gabriel García Márquez.
"Saya ingin menulis novel dengan progres yang kualitasnya baik dari segi bentuk dan isi. Saya ingin menulis novel seperti karya Gabriel García Márquez," inginnya.
Ikuti berita seputar Pamekasan
TBC Mengganas di Pamekasan, Dinkes Temukan 870 Warga Positif dan 29 Pasien Meninggal |
![]() |
---|
BPBD Pamekasan Petakan Daerah Terdampak Kekeringan, Warga Tempuh Jarak 3 KM Dapatkan Air Bersih |
![]() |
---|
Hendak ke Sawah Dicaci Maki, Pria Pamekasan Naik Pitam Bacok Tetangga Pakai Celurit |
![]() |
---|
9 Polisi Pamekasan Diganjar Penghargaan Usai Bongkar Curanmor dan Pencurian BBM |
![]() |
---|
Mafia Tembakau Mengancam, Haji Her Siapkan Langkah Perlawanan untuk Stabilkan Harga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.