Berita Terkini Pamekasan

Strategi Jitu PJ Bupati Masrukin Turunkan Angka Stunting di Pamekasan

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura sukses menurunkan angka penderita stunting.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
Pj Bupati Pamekasan, Masrukin saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

Bantuan makan untuk lansia ini diberikan karena secara kebutuhan tidak sama dengan masyarakat usia produktif, sehingga perlu disuplai makanan siap saji yang bergizi.

Sementara khusus bayi dan balita yang programnya diampu oleh Dinkes Pamekasan seperti melakukan pemeriksaan rutin.

Semua program itu diakui Masrukin terpantau terus perkembangannya, termasuk program yang dijalankan oleh Posyandu.

"Kita rutin mengecek di sejumlah Posyandu mengenai kebutuhan gizi bayi, dan gizi balita. Lalu kita rangkum semua untuk dimasukkan dalam program KB, Dinas Kesehatan, dan Dinsos," paparnya.

Penuturan Masrukin, dari beberapa program penurunan stunting yang telah dijalankan hasilnya dirasa memuaskan.

Tercatat tahun 2022 kemarin, akselerasi penurunan stunting di Pamekasan mencapai 38 persen.

Sedangkan tahun 2023 ini, angka stunting di Pamekasan tersisa 8 persen.

"Hampir akhir tahun ini sudah tersisa 5 persen. Ini berkat kesigapan dan kecepatan Dinas pemangku program stunting. Luar biasa kita penurunannya termasuk tertinggi," syukurnya.

Bahkan berkat penurunan angka stunting yang begitu cepat ini, banyak daerah lain yang belajar ke Pemkab Pamekasan mengenai strategi menurunkan angka stunting yang begitu cepat.

"Hanya karena jumlah penderita stunting kita tinggi sehingga jumlah penurunannya yang 38 persen ini masih dianggap bahwa angka stunting di Pamekasan masih tinggi, padahal progres penurunannya yang luar biasa 38 persen, ini diakui nasional," ungkapnya.

Dalam pengentasan masalah stunting tersebut, Marukin merasa peran masyarakat di wilayah Posyandu sangat terasa.

Apalagi ada dorongan dari pemerintah desa di Posyandu yang juga ikut andil mendukung menurunkan angka stunting tersebut.

Begitu pula, peran tokoh masyarakat dirasa sangat penting yang ikut mengimbau agar masyarakat berbondong-bondong databg ke Posyandu, terutama yang punya anak atau balita untuk rutin mengecek kesehatannya di Posyandu.

"Karena masyarakat kita masih patron ke tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, ini sangat penting untuk mengimbau dan mengingatkan setiap jadwal Posyandu agar bayi dan balita diajak ke Posyandu untuk ngecek sampai dimana perubahan gizi, terutama menimbang berat badan, dan mengukur tumbuh badan anak dan hal lainnya," pesannya.

Ke depan, Masrukin ingin angka stunting di Pamekasan nol.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved