Berita Surabaya

Pilunya Nasib Remaja 12 Tahun di Surabaya, Dicabuli Ayah dan Paman

Seorang anak perempuan usia 12 tahun tinggal di Tegalsari, Surabaya, tidak terlindungi di rumahnya sendiri. Ia mengalami pelecehan seksual

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Pixabay
Ilustrasi pencabulan di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Seorang anak perempuan usia 12 tahun tinggal di Tegalsari, Surabaya, tidak terlindungi di rumahnya sendiri. Ia mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah dan pamannya.

Kasus ini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Polrestabes Surabaya.

Menurut informasi yang dihimpun, kasus ini dibongkar oleh ibu korban. Mulanya sang ibu ada firasat kalau anaknya sedang menghadapi sebuah masalah berat. Kemudian, pelan-pelan putrinya ditanya secara detail.

Remaja kelas I SMP tersebut mengaku telah disetubuhi oleh ayah dan pamannya. Kaget mendengar pengakuan itu, sang ibu lantas mengajak salah seorang familinya berangkat menuju Polrestabes Surabaya untuk membuat laporan.

"Setelah ibunya lapor, semua penghuni rumah diintrogasi di kantor polisi. Kemudian, dua orang yaitu ayah dan om (paman) korban ditahan," terang wanita inisial BY.

Baca juga: Kondisi Siswi SD Korban Pencabulan Guru Ngaji di Pamekasan: Tak Mau Kembali ke Yayasan

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rina Shanty Dewi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. Ia memastikan semua pelaku telah ditangkap. "Benar ada, untuk detail informasi mohon waktu, masih kami dalami," ucapnya, Jumat (19/1).

Catatan kepolisian sepanjang tahun 2023 ada 76 tindakan asusila dialami anak-anak yang rata-rata pelakunya adalah orang terdekat atau keluarga sendiri. Penyidik mendapat fakta sebagaian besar perkara semacam ini menimpa keluarga ekonomi ke bawah. Tempat tinggal sempit sehingga
tidak ada privasi karena dalam rumah kecil semuanya bercampur.

Tidak adanya ruang privasi bisa saja membuat ayah yang bejat terangsang ketika melihat putri kandungnya tidur atau berganti pakaian saat mandi. Hal ini diperparah karena kondisi ekonomi mengakibatkan hubungan rumah tangga sering cek-cok sehingga istri kerap menolak ketika suami meminta jatah, sementara suami sewa PSK tak ada uang. Ayah yang bejat akhirnya menjadi serigala buas memangsa anaknya sendiri.

"Untuk kasus ini kira-kira juga begitu," tandas AKP Rina Shanty Dewi.

 

Infoormasi lengkap dan meenarik lainnta di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved