Berita Surabaya

Aksi Balapan Liar Kambuh Lagi di Jalan Kenjeran Surabaya, Masyarakat Resah

Warga sekitaran Jalan Kenjeran, Surabaya, dua Minggu terakhir ini sering terganggu adanya aktivitas balap liar.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Sejumlah penonton balap liar di Jalan Kenjeran Surabaya diamankan Polisi. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Warga sekitaran Jalan Kenjeran, Surabaya, dua Minggu terakhir ini sering terganggu adanya aktivitas balap liar.

Para joki dan penontonnya tak segan menghentikan kendaraan yang sedang melintas demi menjadikan ruas jalan sebagai arena balap.

Gangguan tak berhenti di situ, warga juga terganggu suara bising karena biasanya sepeda motor balap terpasang knalpot brong.

Minggu dini hari (18/2/2024) sekira pukul 1.30 WIB, terjadi adu cepat roda dua di Jalan Kenjeran. Ruas jalan kira-kira sepanjang 100 meter arah ke Kenjeran digunakan untuk lintasan balap. Saat balapan liar tersebut berlangsung penontonnya memadati pinggir-pinggir jalan.

Cara joki balapan dengan memanfaatkan traffic light penyebrangan orang.

Ketika lampu merah mereka bersiap-siap, penonton memblokade jalan meminta pengendara lain berhenti.

Baca juga: Stop Balap Liar, Satlantas Polres Sumenep Tutup Jalan Raya Diponegoro Malam Minggu

Nah, ketika lampu hijau menyala balapan dimulai.

Totok, warga setempat mengatakan aktivitas itu tentu saja sangat menganggu. Membahayakan pengendara lain karena berisiko terjadi kecelakaan. Namun, warga tidak berani menegur karena jumlah mereka yang berada di lokasi balapan sangat banyak.

"Warga gak tahu mereka-mereka yang balapan asalnya dari mana. Tapi rata-rata ya paling warga sekitar, karena tidak ada yang pakai helm. Biasanya kumpulan anak muda itu ada yang jadi ngatur buat ketemu di jalan, lalu terjadilah balapan," ucap Totok.

Yanto, warga lain menyebut balapan di Jalan Kenjeran hampir terjadi setiap hari. Ada beberapa anak muda yang semula ngopi bisa saja ketika hingga dini hari spontan melakukan balapan. Tak jarang mereka ada yang taruhan alias judi.

"Nah yang balapan Minggu dini hari (18/2) diobrak polisi. Ya gitu pebalap sama polisi sering kucing-kucingan. Jalan Kenjeran diobrak pindah ke dekat Suramadu, kalau gak gitu ya di Merr," terang Yanto.

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, AKP Aman Hasta mengakui, akhir pekan adalah waktu yang musti diwaspadai. Libur akhir pekan ini biasanya ada saja anak-anak muda yang balapan. Tak jarang juga ada kumpulan anak muda bergaya ala-ala gangster.

Pembahasan dan evaluasi pekanan telah dilakukan dengan beberapa instansi. Setiap malam jajarannya selalu melakukan patroli gabungan bersama Polsek Tambaksari dan Bubutan mengantisipasi kejahatan jalanan. "Kami kalau patroli sering mendatangi sekelompok anak muda yang sedang nongkrong. Kepada mereka kami berikan himbauan untuk tidak ikut-ikutan dalam aksi balap liar," ucapnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved