Berita Surabaya

Penyebab Kematian Pria di Tandon Air Kertajaya Surabaya Masih Misterius, Luka Kepala Jadi Petunjuk?

Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam tandon air di Kertajaya, Surabaya, sekarang sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Istimewa
Police Line- ilustrasi berita penemuan jenazah di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam tandon air di Kertajaya, Surabaya, sekarang sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Namun, penyebab pasti mengapa korban meninggal dunia di tempat bekas showroom mobil itu, hingga sekarang belum terungkap. Sementara, saat korban dievakuasi ditemukan ada luka di kepala bagian belakang.

Kabid Darlog Linmas Surabaya Buyung Hidayat menjelaskan korban ditemukan Minggu (18/2), sekitar pukul 16.50 WIB. Mayat ditemukan di dalam tandon air yang berada Kertajaya nomor 208 Surabaya.

Letak tandon itu berada di halaman dan di bawah tanah.

Nah, sebelah tandon terdapat katrol bekas untuk pengangkut mobil.

Baca juga: Warga Temukan Jenazah Bayi Perempuan Tersangkut di Tepi Sungai Pakis Malang

Ukurannya cukup besar. Lebih besar dari mobil Hiace. Tandon dan katrol itu sekarang sekarang terpasang police line.

Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Sutrisno mengaku, juga bertanya-tanya penyebab kematian korban. Warga di lokasi kejadian ternyata tak asing atas sosok korban. Korban dulu pernah kerja di showroom yang sudah tutup itu.

"Korban atas nama Syahroni alamat Tambak Wedi Baru Gang VI," ujar Iptu Sutrisno.

Dugaannya korban datang ke lokasi sendirian mengendarai sepeda motor Supra. Kendaraan tersebut sampai korban menghebuskan nyawa terakhir masih dalam kondisi terparkir di gang dekat yang tak jauh dari lokasi. Di kendaraan korban terdapat sejumlah alat-alat perkakas bangunan.

Sutrisno mengaku telah melakukan penyelidikan. Ada seorang saksi bernama Farid melihat korban jatuh dari ketinggian 3 meter. Saksi itulah yang kemudian membuat laporan ke Satpol PP Surabaya.

"Kata saksi waktu itu tidak ada orang selain korban. Pas korban dievakuasi separoh badannya sudah masuk tandon air," ujarnya.

Ia sudah memastikan ke penduduk sekitar memang tandon itu selalu dalam kondisi terbuka. Entah di mana tutup tandon entah hilang atau tidak ada, tidak diketahui. Namun, menurut Sutrisno, melihat posisi korban tewas agaknya bisa disimpulkan karena kecelakaan.

"Dugaan kami mengarah korban ini jatuh, karena kalau dibunuh korban mustinya sudah masuk ke dalam tandon. Sebab pelaku kejahatan biasanya selalu cari cara untuk menghilangkan jejak," sebut Sutrisno.

Supriyatin adik korban mengaku tak menyangka keluarganya mendapat musibah ini. Sebelum kejadian korban memang sering ditelfon oleh pemilik bangunan. Korban diminta untuk memperbaiki talang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved