Berita Surabaya
Angkut Kursi Pesanan Maling, Tukang Becak di Surabaya Bernasib Pilu, Becaknya Ditahan Polisi
Sudah dua hari ini Nodin tidak bisa mencari nafkah dengan becak motornya. Kakek usia 76 tahun itu tanpa sepengetahuannya menggunakan becak
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Sudah dua hari ini Nodin tidak bisa mencari nafkah dengan becak motornya. Kakek usia 76 tahun itu tanpa sepengetahuannya menggunakan becak motornya membantu maling mengangkat kursi hasil jarahan.
Ia memang tak ditahan di kantor polisi, namun kendaraan roda tiganya untuk sementara waktu diamankan di Polsek Sawahan.
"Saya itu panas-panas di jalan cari rezeki halal, gak tahunya malah dapat maling," keluhnya.
Kejadian tersebut dialami Nodin pada Kamis (22/2) lalu. Saat mangkal di Jalan Tembok sekira pukul 12 siang, ia didatangi dua orang laki-laki.
Dua orang tersebut membutuhkan jasanya untuk mengangkut kursi dari sebuah rumah di Jalan Anjasmoro untuk diantar ke Jalan Demak.
Baca juga: Masjid di Bangkalan Jadi Sasaran Pencurian, Pelaku Terekam CCTV Gasak Ponsel Saat Korban Salat
Sempat terjadi nego-nego harga di antara mereka. Semula Nodin mematok tarif Rp30 ribu. Namun, akhirnya Nodin bersedia menurunkan tarif menjadi Rp20 ribu setelah dua orang itu mengajaknya berkomunikasi menggunakan bahasa Madura.
Nodin pun pergi menuju rumah yang dimaksud dua orang itu. Sampai di sana kursi terbuat dari bahan aluminium sudah berada di pinggir jalan. Jumlahnya ada 8 kursi. Selesai menaikkan kursi ke atas becak motornya, dua orang itu meminta Nodin menuju ke Demak.
Sedangkan dua orang itu boncengan naik sepeda motor mengikuti Nodin dari belakang. Baru 100 meter jalan, tiba-tiba ada mobil dari arah belakang berkali-kali mengklakson Nodin. Dari mobil itulah ada seorang perempuan sekitar usia 60 tahun duduk di kursi depan menyuruhnya berhenti.
Perempuan sepuh itu kemudian turun menanyai Nordin hendak kemana kursi-kursi akan dibawa. Ia jawab ada dua orang yang menyuruhnya mengantar ke Demak. Tak disangka perempuan itu malah memarahinya.
"Dia bilang kursi itu miliknya. Dia kemalingan, mak-deg saya langsung kaget," ucapnya.
Belum selesai atas kebingungan yang dihadapi, Nodin sempat badannya gemetar karena diajak ke Polsek Sawahan. Perempuan itu ingin membuktikan kursi itu miliknya, sementara Nodin takut malah dituduh bersekongkol dengan maling. "Seumur-umur baru ini saya datang ke kantor polisi," katanya.
Kapolsek Sawahan, Kompol Domingos De.F. Ximenes mengatakan, hasil intrograsi Nordin mulanya sebagai tukang bentor menunggu penumpang di Jalan tembok. Kemudian, mendapat orderan mengangkut barang. Yang bersangkutan tidak mengetahui jika barang tersebut adalah barang curian.
"Namun karena sebagai barang bukti untuk sementara waktu becak motor Pak Nodin kami tahan, kalau orangnya hanya wajib lapor," terang Domingos.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Demo Ojol Dilindas Rantis Brimob Memanas di Surabaya , Polisi Tembak Gas Air Mata, Suasana Mencekam |
![]() |
---|
Nasib Terkini Pengusaha Surabaya yang Pernah Tahan Ijazah Pegawai, Kini Gudangnya Dibobol Maling |
![]() |
---|
Ngakunya Gemas, Kakek 60 Tahun Lecehkan Anak Tetangga, Korban Diminta Jadi Pacar dan Dielus-elus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.