Berita Surabaya

Breaking News, Ambulan Diduga Milik Partai Demokrat Tabrak 5 Motor Pengunjung Warkop di Surabaya

Mobil ambulan berlogo Partai Demokrat menabrak sepeda motornya yang saat itu di parkir di pinggir jalan. Ambulan setelah menabrak kabur.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Kondisi 5 sepeda motor remuk akibat ditabrak ambulan Partai Demokrat Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Mohammad Arians mengaku bingung akan mengatakan seperti apa kepada orang tuanya.

Laki-laki 19 tahun itu saat ngopi di Warkop Barokah seberang Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya, tiba-tiba ada mobil ambulan berlogo Partai Demokrat menabrak sepeda motornya yang saat itu di parkir di pinggir jalan. Ambulan setelah menabrak kabur.

Sedangkan bodi depan sebelah kiri sepeda motor jenis PCX miliknya itu remuk.

Insiden tersebut terjadi Minggu (25/2) sekira pukul 15.30 WIB. Ia saat itu sedang ngopi bersama temannya. Ketika baru menikmati kopi yang tinggal separuh di cangkir sambil mengamati jalan raya, ia tertegun melihat jalan dari arah utara. Ada
ambulan berjalan ngebut tanpa menyalakan sirine.

Tepat di lokasi sepeda motornya parkir tiba-tiba ambulan tersebut oleng ke kiri.

Lalu menabrak sepeda motor di parkiran. Selain motor Arians, ada empat motor lain juga ikut kena tabrak.

"Jadi ada 5 motor yang kena gasak ambulan itu," ucapnya.

Setelah terjadi insiden itu sopir ambulan tidak turun dari mobil, melainkan malah kabur. Beberapa warga, termasuk Arians sempat di bodi ambulan sempat melihat ada logo partai bergambar logo mercy. Seluruh bodi dipenuhi warna biru.

Baca juga: Breaking News, Kecelakaan Maut di Jembatan Suramadu, Sopir Bus Bernasib Tragis Tergencet

"Dugaan saya sih ambulan Partai Demokrat," sebutnya.

Akan tetapi, Arians tak mengetahui plat nomor ambulan yang telah membuat agenda ngopinya menjadi cilaka. Hanya saja, sempat terlihat di dalam ambulan diisi dua orang laki-laki. Satu sopir, satunya lagi penumpang duduk di depan sebelah kursi kemudi.

"Anehnya di belakang tidak ada jenazah atau pasien tapi kok kencang. Dan penumpangnya cuma pakai kaos singlet," ujarnya.

Beberapa warga sebenarnya sempat mencoba menghentikan mobil angkutan orang sakit itu. Beberapa massa ada yang melempari mobil itu dengan batu hingga mengenai kaca mobil.

Namun, sopir tak menggubris lebih memilih melanjutkan perjalanan dengan melaju kencang.

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved