Gempa di Jatim

Bangkalan Terdampak Guncangan Gempa Tuban, Ini Tips Alarm Sederhana Ala Pj Bupati Arief M Edie

Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur terdampak gempa bumi di Tuban, Jumat (22/3/2024).

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunMadura/ Ahmad Faisol
Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie memberikan tips sederhana penanggulangan dini bencana gempa usai gelaran buka bersama di Pendapa Agung, Jumat (22/3/2024) malam 

Laporan wartawann TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur terdampak gempa bumi di Tuban, Jumat (22/3/2024).

Guncangan gempa hingga tiga kali bahkan membuat sejumlah pasien di RS Anna Medika, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mlajah panik hingga pihak BPBD Bangkalan datang untuk menangkan.

BMKG dalam laman resminya pada pukul 16.05 WIB menyebutkan, gempa susulan ketiga Tuban terekam lebih keras dari dua gempa sebelumnya, yakni Magnitude 6,6 terjadi pukul 15.52 WIB pada 130 KM Timur Laut Tuban dengan kedalaman 10 KM.

Guncangan gempa susulan ketiga itu cukup membuat para pengunjung Bangkalan Plaza panik dan berhamburan keluar. Sejumlah pengendara di atas Jembatan Suramadu juga memilih berhenti, beberapa pengendara juga tampak kebingungan ketika melihat bentang tengah jembatan yang membelah Selat Madura itu bergoyang.

Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie juga mengakui bahwa guncangan gempa ketiga lebih kuat daripada dua getaran sebelumnya. Ia merasakan getaran kala dirinya menggelar rapat bersama Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri terkait pembahasan penggunaan aset daerah di dalam Pendopo Agung Bangkalan.

“Memang goyangannya cukup kuat, saya lihat di video-video teman-teman tadi, memang cukup kuat. Namun Jembatan Suramadu secara teknis memang sudah dirancang mungkin aman. Nanti biar tim teknis dari Jasa Marga yang menjelaskan, semoga tidak berdampak apapun,” ungkap Arief usai gelaran buka bersama.

Ia kemudian memberikan beberapa tips sederhana sebagai upaya penanggulangan secara dini bencana gempa. Pertama, Arief mengimbau masyarakat agar tidak mengunci pintu sampai berlipat-lipat dengan harapan tidak memicu kepanikan saat terjadi bencana gempa bumi.

“(Kuncinya) jangan dobel-dobel karena saat mau buka biar tidak gugup. Selanjutnya, pasang alarm sederhana, taruh benda yang gampang jatuh, kalau punya galon air mineral yang kosong di balik. Taruh benda-benda yang kira-kira gampang jatuh, seperti termos atau piring di atasnya. Itu alarm-alarm sederhana untuk penanggulangan bencana gempa bumi,” papar Arief.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan termasuk meminta laporan dari 18 camat se Kabupaten Bangkalan terkait dampak yang diakibatkan gempa bumi di Kabupaten Tuban.

“Alhamdulliah saya cek, pak camat sudah dilaporkan tidak ada korban, alhamdulillah. Kami juga mendapatkan laporan dari Anna Medika yang (pasien) sempat takut, alhamdulillah sudah kami tenangkan melalui personel BPBD dan damkar,” pungkas Arief.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved