Berita Surabaya
Anak Anggota DPRD Surabaya Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Orang hingga Masuk Rumah Sakit
Seorang pemuda bernama Iqbal (18) dikabarkan menjadi korban penganiayaan di sebuah rumah aspirasi calon legislatif di Jalan Jawar
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang pemuda bernama Iqbal (18) dikabarkan menjadi korban penganiayaan di sebuah rumah aspirasi calon legislatif di Jalan Jawar, Surabaya. Nama Saifudin Zuhri yang merupakan anggota DPRD Surabaya terseret dalam kasus tersebut.
Anaknya bernama Hafid Fawwaidz, disebut-sebut melakukan perbuatan pengeroyokan hingga mengakibatkan korbannya masih rumah sakit.
Korban membawa kasus ini ke ranah hukum dengan didampingi pengacara, Soegeng Hari Kartono. Soegeng menceritakan perkara ini bermula suatu ketika pada dini hari kliennya boncengan naik sepeda motor melintas di Jalan Benowo, bersama dua teman. Entah apa sebabnya, tiba-tiba teman Iqbal melempari kaca mobil Hafid dengan batu hingga pecah.
Selang dari kejadian itu, Iqbal dan Hafid didampingi masing-masing orang tuanya bertemu di rumah aspirasi caleg, Jalan Jawar, Surabaya. Kedua belah pihak ini niat bertemu karena ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Sekaligus Iqbal juga ingin menjelaskan kalau yang sebenarnya memicu konflik bukanlah dirinya, melainkan temannya.
"Iqbal minta maaf terkait kaca mobil yang dilempar temannya. Yang lempar bukan Iqbal, tapi temannya," ujarnya.
Namun, yang terjadi Iqbal malah dihajar Hafid di hadapan banyak orang. Menurut pengakuan Iqbal saat itu ada sekitar 6 orang yang ikut mengeroyoknya.
Gara-gara itulah Iqbal yang semula dituduh melakukan merusak mobil langsung membalikan keadaan. Dalam kondisi masih bonyok-bonyok, ia membuat laporan di Polrestabes Surabaya. Hingga akhirnya muncul berkas Laporan Polisi (LP). Nomor registrasi : LP/B/309/III/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.
Sementara itu, Syaifudin Zuhri, anggota DPRD Surabaya, menyangkal tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepada putranya, Hafidh Fawwaidz, terhadap seorang pemuda bernama Iqbal. Zuhri malah mengatakan bahwa yang sebenarnya yang membuat onar adalah Iqbal beserta teman-temannya.
"Jadi awalnya Iqbal dan teman-temannya menggelar acara minum dan menggunakan obat-obatan terlarang. Selesainya mereka boncengan naik motor," ujarnya.
Pada saat itu, Iqbal mengendarai motor boncengan dengan temannya, Ivan melintas di Jalan Raya Jawar, Benowo. Keduanya kemudian melakukan pelemparan batu ke salah satu mobil yang sedang melintas. Aksi pelemparan itu, mengenai mobil yang sedang dikendarai Hafid Fawwaidz, putra Syaifudin Zahri.
"Kaca mobil itu pecah. Serpihan kaca bahkan sampai mengenai kepala,” terangnya.
Iqbal dan Ifan akhirnya dikejar oleh warga. Keduanya lari ke arah rawa-rawa yang gelap dan banyak barang bekas bongkaran rumah. Kemudian ditunggu oleh semua warga Ifan akhirnya keluar tertangkap pada pukul 7.00, sedangkan Iqbal tertangkap pukul 09.00
"Setelah tertangkap, kami ketemu orang tua keduanya. Di sana saling meminta maaf," ucapnya.
Ia memastikan semua ketemu tidak ada aksi penganiayaan. Soal pelaporan tersebut, ia malah menuding ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi tersebut.
Menurut informasi, Ifan, teman Iqbal menjadi tersangka kejadian pelemparan mobil. Sementara, Iptu Bobby Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya mengatakan kasus ini sedang proses penyelidikan. Rencananya tanggal 24 April mendatang semua akan panggil untuk dimintai keterangan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Demo Ojol Dilindas Rantis Brimob Memanas di Surabaya , Polisi Tembak Gas Air Mata, Suasana Mencekam |
![]() |
---|
Nasib Terkini Pengusaha Surabaya yang Pernah Tahan Ijazah Pegawai, Kini Gudangnya Dibobol Maling |
![]() |
---|
Ngakunya Gemas, Kakek 60 Tahun Lecehkan Anak Tetangga, Korban Diminta Jadi Pacar dan Dielus-elus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.