Berita Surabaya

Buang Air Kecil di Jalan Dupa, Warga Surabaya Ditodong Pedang, Ending Motor Raib

Kejadian traumatis menimpa Jerry Andhika Putra warga asal Manyar Tirtosari. Warga Surabaya Timur itu dibegal saat melintas Jalan Dupak.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Sugeng (kiri) dan Rohim (kanan) menceritakan kejadian pembegalan di Jalan Dupak. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kejadian traumatis menimpa Jerry Andhika Putra warga asal Manyar Tirtosari. Warga Surabaya Timur itu dibegal saat melintas Jalan Dupak.

Ia pada saat itu diancam akan dihabisi menggunakan pedang bila tak menyerahkan sepeda motornya. Gara-gara inilah, ia pasrah kendaraannya jenis Scoopy warna putih plat nomor L 5388 BW dibawa kabur pelaku. Kejadian tersebut sedang didalami Reskrim Polsek Bubutan.

Kejadian itu terjadi jalur lambat Jalan Frontage Dupak, tepatnya sekitar 100 meter dari pom bensin arah ke Pasar Loak Dupak. Sekitaran lokasi kawasan pertokoan.

Petugas kepolisian telah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di ruko-ruko. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (11/5) dini hari sekira pukul 3.00 WIB.

Tribunjatim.com sempat mendatangi lokasi kejadian. Tempat kejadian berada di depan kantor ekspedisi alamat Jalan Sumber Mulyo I No.21. Di depan kantor itu jalur lambat frontage Jalan Dupak. Depannya lagi, ada trotoar pembatas jalur cepat.

Sugeng warga setempat menceritakan, kejadian pembegalan itu. Dini hari itu, Jerry Andhika Putra mengendarai sepeda motor membonceng perempuan. Tepat di depan kantor ekspedisi, Jerry menghentikan laju kendaraannya untuk buang air kecil di pohon yang berdiri di trotoar.

"Ketika korban kencing, ceweknya jaga motor. Tiba-tiba dari arah belakang dua orang ini didatangi 5 orang boncengan naik dua sepeda motor. Satu orang kemudian turun mengacungkan pedang ke arah korban cowok," ujarnya.

Jerry, termasuk wanita yang dibonceng saat itu kabur ke arah timur menuju pom bensin. Setelah semua pelaku pergi, dua korban kemudian meminta pertolongan kepada satpam pertokoan sekitar lokasi. Kemudian, warga mengecek rekaman CCTV toko-toko yang menyorot lokasi kejadian.

Sugeng mengaku sangat kasihan kepada para korban. Korban laki-laki maupun yang perempuan terlihat gemetar saat menceritakan kronologi kejadian di pos satpam.

"Yang kami sayangkan kenapa korban kok gak ada teriak-teriak minta tolong. Padahal, saat itu saya lagi begadang. Coba kalau waktu itu teriak-teriak, mungkin para pelaku bisa diamankan warga. Tapi mungkin mereka syok ya," ucapnya.

Sugeng menceritakan, memang Jalan Dupak, utamanya setelah SPBU hingga traffic light arah pasar loak terbilang rawan. Sering ada kejadian kriminalitas seperti jambret. Bahkan, keponakannya pernah menjadi korban.

"Dulu ponakanku handphonenya pernah digasak pengendara motor. Kejadiannya pada saat itu siang. Banyak warga yang tinggal pinggir Jalan Dupak pernah kemalingan. Makanya, warga sebenarnya sudah sangat geram," ungkapnya.

Rohim, seorang warga lain membenarkan Jalan Dupak utamanya depan pom bensin hingga lampu merah arah pasar loak Dupak sering terjadi kriminalitas. Biasanya terjadi saat malam hari. Menurutnya, hal itu disebabkan karena pada malam hari tidak semua lampu PJU di sekitaran jalan tersebut kondisinya nyala. Ditambah lagi, jika malam kondisi jalan juga sepi karena letak kampung rata-rata berada di belakang bangunan pertokoan.

"Sudah sepi, lampu jalan banyak yang mati. Makanya jadi sasaran orang berbuat jahat," tandasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved