Senin, 20 April 2026

Berita Terkini Pamekasan

Hadiri RDPU RUU Komoditas Strategis Perkebunan, Haji Her Beberkan Peran Penting P4TM

Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), Haji Khairul Umam alias Haji Her hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU)

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
Suasana saat Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) audiensi dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (27/5/2024) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), Haji Khairul Umam alias Haji Her hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR RI.

Kemarin, Senin (27/5/2024), pria yang akrab disapa Haji Her itu diundang Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta.

Undangan dari Baleg DPR RI terhadap Haji Her itu diminta untuk ikut membahas penyusunan RUU Komoditas Strategis Perkebunan.

Haji Her menyampaikan, saat ini tidak ada masalah mengenai impor tembakau, berbeda dengan beberapa tahun kemarin yang sempat muncul polemik.

Kata dia, tidak adanya masalah impor tembakau ini disebabkan adanya perang di luar negeri.

"Informasinya di luar sekarang ada pembatasan penanaman tembakau, jadi impor pun sekarang agak sulit informasinya," kata Haji Her, Selasa (28/5/2024).

Pengamatan Haji Her, lima tahun ini, harga tembakau belum bagus.

Namun, harga tembakau tersebut baru bagus terhitung sejak dua tahun terakhir ini.

Dia mengklaim bagusnya harga tembakau itu karena perjuangan Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) di berbagai daerah.

"Masa panen kemarin, kami mengumpulkan dana dari pesantren dan pengusaha yang terkumpul hampir Rp 1 triliun."

"Dana itu sangat membantu perekonomian petani tembakau," ujar Haji Her di hadapan anggota DPR RI pada pertemuan tersebut.

Tak hanya itu, kata Haji Her untuk menstabilkan harga tembakau, P4TM juga bergerak dan melakukan upaya di Jawa Timur, Jawa Tengah, Lombok, Madura dan di beberapa daerah lainnya.

Alasannya jika hanya bergerak di Madura, dikhawatirkan pabrikan akan beralih ke daerah lain.

"Makanya seluruh daerah itu kita bergerak untuk menstabilkan harga tembakau," tutupnya.

Ikuti berita seputar Pamekasan

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved