Berita Surabaya

Malam-malam, Anak Tri Rismaharini Pimpin Pertemuan Karang Taruna, Ending Tak Puas Kinerja Wali Kota

Sejumlah perwakilan pengurus Karang Taruna Surabaya mengadakan pertemuan malam-malam.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunMadura/ Tony Hermawan
Pengurus Karang Taruna mengadakan pertemuan untuk meluapkan uneg-uneg terhadap Wali Kota Surabaya. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Sejumlah perwakilan pengurus Karang Taruna Surabaya mengadakan pertemuan malam-malam.

Fuad Benardi, selaku Ketua Karang Taruna Surabaya tampak menghadiri acara tersebut.

Acara itu berlangsung pada Jumat (14/6) di Cafe Bober, di Jalan Jemursari Surabaya. Pertemuan berlangsung mulai sekira pukul 22.00 WIB.

Beberapa jam sebelum kegiatan tersebut berlangsung beredar bahwa Karang Taruna malam itu sedang mengadakan konsolidasi. Namun, tak dijelaskan tentang atau hal apa. Nah, tiba-tiba di tengah-tengah acara diskusi, organisasi kepemudaan itu bersepakat akan menyurati Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Mereka menganggap banyak program Pemkot Surabaya yang perlu dikoreksi. Salah satunya dalam hal mewadahi pikiran-pikiran anak muda untuk membangun Kota Surabaya.

Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Bernardi yang juga merupakan putra Tri Rismaharini ini menjelaskan mengapa poin tersebut menjadi sorotan. Pihaknya menganggap Karang Taruna sebagai organisasi yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an, sekarang terasa tidak dianggap ada oleh Pemkot Surabaya. Salah satu buktinya Pemkot Surabaya tidak melibatkan Karang Taruna saat menggelar acara pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kepemudaan.

"Padahal yang memberi ide Musrenbang terselenggarA tahun ini ya Karang Taruna," ujarnya.

Karang Taruna Surabaya rencananya ingin meminta klarifikasi kepada wali kota terkait hal itu. Sebab, kata Fuad, pihaknya mendengar kabar dalam pelaksanaan Musrenbang Kepemudaan yang sudah berlangsung saat ini, mulanya Pemkot meminta perwakilan di setiap kecamatan. Setelah itu dirubah menjadi setiap kelurahan.

Hanya saja Karang Taruna sama sekali tidak dilibatkan. Padahal, organisasi kepemudaan lain seperti organisasi besutan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Surabaya Next Leader (SNL) digandeng untuk berpartisipasi acara Musrenbang Kepemudaan.

"Keluhan-keluhan teman-teman sudah terkumpul. Intinya kami ingin audiensi dan wali kota harus klarifikasi," tegasnya.

Fuad menambahkan, bahwa pertemuan tersebut sengaja digelar karena ada agenda yang juga tak kalah penting harus segera dibahas. Sebentar lagi, masa bakti pengurus Karang Taruna 2019-2025, akan habis. Sehingga, pihaknya perlu menggodok konsep acara tahunan Temu Karya untuk menandai berakhirnya masa kepengurusan.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved