Berita Surabaya

Polwan Dirujak Netizen Buntut Video 'Kurang Sopan', Polrestabes Surabaya Buka Suara

Briptu Putri Sirty Cikita Sabunge, polisi wanita (polwan) mendadak menjadi sorotan publik setelah video yang menunjukkan dirinya menegur seorang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Sosok Briptu Putri Sirty Cikita Sabunge, polwan yang viral karena dianggap tidak sopan saat menegur seorang pria yang tengah makan 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA  - Briptu Putri Sirty Cikita Sabunge, polisi wanita (polwan) mendadak menjadi sorotan publik setelah video yang menunjukkan dirinya menegur seorang pria yang sedang makan di warung kaki lima viral di media sosial

Dalam video tersebut, polwan tampak meminta pria itu untuk berhenti makan dan berhati-hati saat berbicara, yang langsung memicu berbagai reaksi dari netizen.

Video ini pertama kali diunggah oleh akun X (Twitter) Divisi Humas Polri pada 24 Agustus 2024. 

Dalam cuplikan tersebut, terlihat polwan bersama beberapa anggota polisi lainnya mendatangi seorang pria yang duduk santai di warung. 

Polwan tersebut meminta pria itu mematikan rokok dan bersikap sopan saat berbicara, mengingat pria tersebut menjawab sambil makan. Diketahui kejadian tersebut di  Surabaya.

Tindakan ini langsung menuai kritik tajam di media sosial. 

Banyak netizen merasa bahwa polwan tersebut tidak sopan karena mengganggu seseorang yang sedang menikmati makanannya. 

Komentar-komentar negatif pun berdatangan, dengan banyak orang berpendapat bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan etika pelayanan publik yang baik.

Menanggapi hujan kritik yang terus mengalir, Humas Polrestabes Surabaya akhirnya memberikan klarifikasi. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko, menjelaskan bahwa video tersebut adalah potongan dari sebuah program televisi yang menampilkan kegiatan Patroli Perintis Satsamapta Polrestabes Surabaya.

"Petugas saat itu sedang melakukan patroli dan menemukan sekelompok pemuda yang mengonsumsi minuman keras di tempat umum. Salah satu pemuda yang dalam pengaruh alkohol terlihat tidak sopan saat diinterogasi, dan diberikan teguran lisan serta tertulis," ujar Haryoko.

Haryoko berharap klarifikasi ini dapat membantu masyarakat memahami konteks video tersebut. Namun, meskipun telah ada penjelasan resmi, banyak netizen tetap tidak percaya. Mereka meminta agar pihak berwenang memperlihatkan video versi lengkap. Beberapa netizen bahkan mempertanyakan kenapa teguran untuk minuman keras hanya dilakukan di pinggir jalan, kenapa tidak merazia klub-klub malam saja.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved