Kamis, 16 April 2026

Berita Terkini Sumenep

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Sumenep Ajukan Pengeboran Air Bersih

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui BPBD setempat mengajukan proyek pengeboran air bersih ke BNPB RI.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
SHUTTERSTOCK/I AM A STRANGER
Ilustrasi sumur bor di Sumenep 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui BPBD setempat mengajukan proyek pengeboran air bersih ke BNPB RI.

Tujuannya, untuk mengatasi krisis air bersih di sejumlah lokasi pada musim kemarau di wilayah terdampak kekeringan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy saat dikonfirmasi TribunMadura.com.

"Sudah sejak bulan Juli 2024 kami droping air bersih, bahkan saat ini kami sedang mengajukan pengeboran ke BNPB RI untuk daerah yang terdampak kekeringan," kata Ach Laili Maulidy pada Kamis (12/9/2024).

Proyek pengeboran sumur bor tersebut lanjutnya, merupakan kolaborasi BNPB dengan TNI AD.

Sementara pihaknya hanya bertugas menentukan daerah-daerah yang membutuhkan sumur bor tersebut.

"Ada 64 desa yang rawan kekeringan se-Sumenep," terangnya.

Dari 64 itu lanjutnya, ada desa yang kering langka dan kering kritis.

Untuk yang kering kritis ada delapan desa, sedangkan yang kering langka ada 56 desa.

"Di antaranya desa montorna, kombang, batuputih dan basoka," sebutnya.

Terkait pengajuan proposal pengeboran sumur tersebut, pihaknya meyakini tidak semua usulan yang diajukan terealisasi semua.

"Kalau berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mungkin hanya satu proyek sumur bor yang terealisasi," katanya.

Ikuti berita seputar Sumenep

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved