Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Terkini Sumenep

Sarasehan BEM–Pemkab Sumenep: Merajut Perencanaan dari Dialog dan Gagasan Kritis

Pemkab Sumenep mulai membuka ruang dialog dengan kalangan mahasiswa dalam merumuskan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
PAPARAN - Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto saat memaparkan materi arah pembangunan Sumenep 5 tahun ke depan bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep, Selasa (27/1/2026). Satu di antara fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga daya beli dan pendapatan warga melalui penguatan sektor unggulan serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sumenep membuka dialog dengan mahasiswa melalui sarasehan untuk merumuskan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan secara partisipatif.
  • Perencanaan pembangunan disusun secara terintegrasi dari pusat hingga daerah guna mendorong pemerataan, khususnya antara wilayah daratan dan kepulauan.
  • Perencanaan dipahami sebagai proses strategis, bukan sekadar dokumen administratif, dengan menyeimbangkan idealisme dan realitas lapangan.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai membuka ruang dialog dengan kalangan mahasiswa dalam merumuskan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Hal itu terlihat dalam sarasehan bertajuk "Membedah Arah Pembangunan Kabupaten Sumenep" yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep di Ruang Rapat Potret Koneng, Selasa (27/1/2026).

Dalam forum tersebut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto hadir langsung untuk memaparkan gambaran besar arah pembangunan daerah serta strategi yang telah dan akan dijalankan pemerintah.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah dan mahasiswa untuk melihat sejauh mana perencanaan pembangunan disusun dan dijalankan secara berkelanjutan.

Arif Firmanto menjelaskan, arah pembangunan Kabupaten Sumenep tidak disusun secara parsial, melainkan merupakan hasil sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, keselarasan tersebut menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pembangunan, terutama untuk mewujudkan pemerataan antara wilayah daratan dan kepulauan.

"Keselarasan arah pembangunan ini menjadi fondasi agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri dan benar-benar berdampak bagi masyarakat," kata Arif Firmanto.

Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh dipahami sebatas dokumen administratif semata, melainkan sebagai proses strategis untuk menata masa depan daerah.

"Perencanaan bukan hanya tabel indikator atau angka target. Ini adalah ikhtiar sadar untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik," ucapnya.

Selain itu lanjutnya, Arif juga menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan harus mampu menyeimbangkan antara kondisi riil di lapangan dan cita-cita besar yang ingin dicapai pemerintah daerah.

"Jika terlalu ideal, perencanaan akan rapuh. Jika terlalu pragmatis, ia kehilangan ruh."

"Di antara keduanya, perencanaan menemukan maknanya sebagai jembatan antara apa yang ada dan apa yang seharusnya," tuturnya.

Sarasehan tersebut diharapkan menjadi ruang kontribusi kritis mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan Kabupaten Sumenep, sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam proses perencanaan daerah.

Melalui dialog ini, Pemkab Sumenep berharap lahir gagasan dan masukan konstruktif agar pembangunan lima tahun ke depan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved