Senin, 27 April 2026

Pilkada Jatim 2024

Memahami Suara Madura dan Kontestasi Pilkada Jawa Timur 2024

Madura adalah kunci. Demikian pendapat yang kerapkali di sampaikan para akademisi, peneliti, dan ahli politik dalam membaca dan memahami peta politik

Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
Surokim As, Dosen Komunikasi Politik UTM dan Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center) 

Oleh: Surokim As, Dosen Komunikasi Politik UTM sekaligus Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center)

TRIBUNMADURA.COM - Madura adalah kunci. Demikian pendapat yang kerapkali di sampaikan para akademisi, peneliti, dan ahli politik dalam membaca dan memahami peta politik di Jawa Timur.

Bahkan wilayah ini -- sudah tidak menjadi rahasia publik -- kerapkali menjadi wilayah politik kategori merah yang mendapat atensi dan selalu menyimpan masalah dalam setiap penyelenggaraan pemilu.

Seringkali fenomena ini menjadi satir politik dan guyonan tak kunjung henti di kalangan akademisi dan aktivis di negeri ini.

Menurut mereka jika ingin melihat pilkada di Republik ini berlangsung baik dan bersih maka mulailah dari Madura.

Dalam bahasa yang lebih halus mereka ingin mengatakan bahwa perbaikan pemilu bisa di mulai dari Madura

Tentu saja banyak cerita menarik yang bisa kita simak dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kasus pemilu di Madura.

Bagaimana modus dan seluk beluk operandi dan permainan mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara di wilayah ini.

Munculnya fenomena rekayasa suara dan vote buyer secara kasat mata bisa kita cermati  dilakukan berbagai pihak  dari pemilu ke pemilu hingga menjadi habit dan tradisi di kawasan ini.

Dari proses peradilan di MK, kita akhirnya bisa memahami bagaimana bentuk kecurangan dalam pemilu bisa dilakukan.

Termasuk bagaimana menyiasasi regulasi dan pengawasan.

Tidak aneh jika kemudian muncul temuan dan banyak pelanggaran dalam pemilu di wilayah ini yang dapat dimasukkan dalam kategori TSM (terstuktur, sistemik, dan masif).

Dalam catatan penulis -- dengan mengacu pada proses pengungkapan bukti di peradilan MK  -- bisa diungkap berbagai bentuk pelanggaran termasuk bagaimana jaringan dan praktik para aktor dalam vote buying suara pemilu di Madura.

Potensi permainan itu bisa terjadi mulai dari TPS hingga penghitungan suara di penyelenggara yang bisa jadi melibatkan banyak pihak dalam sirkuit vote buying tak bertepi.

Situasi ini bisa jadi muncul karena pemilu dianggap sebagai berkah lahan rezeki bagi pihak pihak terkait.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved