Berita Surabaya
Diintai Tiga Hari, Bapak di Surabaya Ditangkap karena Diduga Nodai Anak Kandung
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang pria berinisial AG (35)
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
Laporan wartawan Tribunn Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang pria berinisial AG (35) di sebuah kos di kawasan Mulyorejo pada Rabu pagi (19/2). AG, yang memiliki dua anak, diduga mencabuli putri kandungnya yang berusia 4 tahun.
Alex, tetangga AG yang juga pemilik kos, menceritakan bahwa polisi menangkap AG secara diam-diam sekitar pukul 09.00 WIB. AG kemudian dibawa ke dalam mobil dengan plat nomor Jakarta.
"Kata istri saya, penangkapannya senyap. AG langsung dibawa ke dalam mobil," kata Alex.
Alex menjelaskan, bahwa AG merupakan warga asal dari Jombang. AG bersama keluarganya menempati salah satu kamar kos di lantai dua miliknya.
Sebagai pemilik kos, Alex mengetahui AG sehari-hari kerja sebagai tukang pembuatan galvalum. AG tinggal di kos tersebut sudah sekitar 5 tahun. Selama itu, Alex tak pernah mendengar ada masalah menimpa AG.
"Cuma dua atau tiga hari sebelum penangkapan, ada beberapa orang yang bertanya tentang AG. Ternyata ada kabar ditangkap," ujar Alex.
Hanya saja, seminggu sebelumnya, Alex mendengar kabar AG didampingi pengurus kampung setempat membuat laporan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Sebagai tuan rumah, dia berusaha memastikan laporan itu. Namun, yang membuatnya syok orang yang mendampingi menunjukkan hasil visum dari hasil pemeriksaan organ intim seorang anak kecil.
" Yang saya tahu, istrinya pernah melapor soal KDRT, dan gak menyangka kalau ternyata ada laporan dugaan pencabulan. Istri ku tadi mencoba telfon istri AG, katanya AG tidak mengakui tuduhan pencabulan," ungkap Alex.
Berdasarkan informasi dari kepolisian, AG diduga melakukan tindakan pencabulan dengan cara melecehkan bagian intim tubuh anaknya. Kanit PPA, Iptu Eddie Octavianus Mamoto, membenarkan penangkapan tersebut. Hingga Rabu sore, pemeriksaan masih berlangsung. Ia berjanji setelah pemeriksaan selesai akan memberikan informasi lebih lanjut melalui humas.
"Sekarang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Untuk perkembangan nanti kami info lebih lanjut njeh," tandasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Ditekan Terus oleh Brimob Bertameng dan Bawa Pentungan, Massa Aksi di Surabaya Bertahan Semampunya |
![]() |
---|
Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Taman Zakat Luncurkan Taman Gizi untuk Budidaya Ayam Petelur |
![]() |
---|
Demo Ojol Dilindas Rantis Brimob Memanas di Surabaya , Polisi Tembak Gas Air Mata, Suasana Mencekam |
![]() |
---|
Nasib Terkini Pengusaha Surabaya yang Pernah Tahan Ijazah Pegawai, Kini Gudangnya Dibobol Maling |
![]() |
---|
Ngakunya Gemas, Kakek 60 Tahun Lecehkan Anak Tetangga, Korban Diminta Jadi Pacar dan Dielus-elus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.