Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Terkini Sumenep

Dinkes P2KB Sumenep Deteksi 551 Kasus TBC hingga Awal April 2025

Sebanyak 551 orang terkena kasus penyakit Tuberkulosis atau TBC telah terdeteksi hingga April 2025 di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
ecdc.europa.eu
ilustrasi TBC 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sebanyak 551 orang terkena kasus penyakit Tuberkulosis atau TBC telah terdeteksi hingga April 2025 di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura.

Jumlah tersebut yang tercatat di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep.

Dari 551 kasus TBC itu diketahui sudah tersebar di berbagai wilayah, dan bahkan 27 kasus di antaranya menyerang anak-anak. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri menyampaikan bahwa seluruh pasien yang sudah tercatat itu sedang menjalani pengobatan aktif.

Evaluasi terhadap tingkat kesembuhan katanya, nanti akan dilakukan pada bulan keenam pengobatan, yaitu sekitar Juni hingga Juli 2025.

"Jumlah tersebut berdasarkan laporan pasien yang menjalani perawatan. Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan setiap pasien," katanya pada Rabu (9/4/2025).

Pihaknya menyebutkan, dari total kasus tersebut, 524 pasien merupakan orang dewasa sementara sisanya yakni 27 adalah anak-anak.

Kondisi itu lanjut Syamsuri, tentu memicu kekhawatiran lantaran penularan TBC sangat mudah terjadi di lingkungan padat penduduk dengan ventilasi buruk.

Akan tetapi, Dinkes P2KB Sumenep juga meminta masyarakat untuk tidak mendiskriminasi penderita TBC, karena stigma negatif kerap menjadi penghalang utama kesembuhan pasien.

"Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting. Jangan ada pengucilan, karena ini bukan aib, tapi penyakit yang bisa disembuhkan," katanya. 

Dirinya menerangkan, bahwa gejala TBC antara lain batuk lebih dari satu minggu, demam tak menentu, dan tubuh lemas.

Dari itulah, pihaknya meminta masyarakat agar tidak menyepelekan gejala ini dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Selama masa pengobatan, seluruh pasien TBC mendapatkan obat secara gratis. Pengobatan dilakukan selama enam bulan penuh dan harus dijalani secara rutin hingga tuntas.

"Petugas di seluruh puskesmas sudah kami bekali dengan pelatihan khusus untuk menangani TBC. Dari itu kami minta masyarakat harus proaktif," harapnya. 

(tribunmadura.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved