Madura Terpopuler

Madura Terpopuler: Pemicu Pembacokan di RSD Ketapang hingga Proyek Irigasi di Sumenep Rusak

Inilah kumpulan berita Madura Terpopuler, Rabu (7/5/2025). Dari pemicu pembacoka di RSD Ketapang, hingga proyek di irigasi di Sumenep rusak

Penulis: Januar | Editor: Januar
Nur untuk TribunMadura.com
Rasulullah (43) seorang guru honorer di Pulau Kangean Sumenep ini dipecat sepihak karena ikutan foto penerima program BSPS 2024 yang diduga korupsi, Selasa (6/5/2025). 

Tetcatat, pelaksana kegiatannya itu yakni, P3A Harapan Baru Desa Kecer. Dengan titik koordinat X: +113.79391167, Y: -6.94900834.

Proyek 2024 tersebut diketahui anggaran sebesar Rp 195.000.000.

Warga setempat mengaku, proyek tersebut diketahui dibangun pada pertengahan tahun 2024 lalu.

Namun, ternyata kondisinya di akhir tahun sudah hancur.

"Sudah rusak akhir tahun, tidak sampai setahun itu sudah rusak. Ada yang retak bahkan sebagian ada yang runtuh menutupi jalannya air," tutur D menuturkan pada Selasa (6/5/2025).

Warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi proyek saluran irigasi tersebut.

Sebab, keberadaannya tidak memberikan dampak terhadap petani sekitar.

Karena air tidak bisa mengalir maksimal karena bangunan irigasinya dibiarkan rusak.

"Sampai sekarang tidak diperbaiki. Masih tetap dibiarkan rusak begitu saja," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Kecer, Matlani belum bisa memberikan keterangan berkenaan dengan program P3 TGAI 2024 tersebut. 


3. Rasul Syok saat Dipecat dari Sekolah Tempatnya Mengajar di Sumenep, Fotonya Membongkar Kasus Korupsi

Hanya karena memotret rumah penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024, Rasulullah (43) seorang guru honorer di SDN Torjek II, Desa Torjek Kecamatan Kangayan atau Pulau Kangean Sumenep ini langsung dipecat.

"Iya benar, saya sudah tidak mengajar lagi karena saya dikeluarkan dari sekolah," tutur Rasulullah saat dikonfirmasi pada Selasa (6/5/2025).

Pak Rasul sapaan akrabnya mengaku, dirinya mengabdi sebagai guru honorer sudah 5 tahun lalu tepatnya sejak 2020 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Torjek II Desa Torjek Kecamatan Kangayan.

Ia mengaku sebagai guru pendidikan Agama, membaca dan menulis Alquran bagi muridnya di sekolah tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved