Madura Terpopuler

Madura Terpopuler: Pemicu Pembacokan di RSD Ketapang hingga Proyek Irigasi di Sumenep Rusak

Inilah kumpulan berita Madura Terpopuler, Rabu (7/5/2025). Dari pemicu pembacoka di RSD Ketapang, hingga proyek di irigasi di Sumenep rusak

Penulis: Januar | Editor: Januar
Nur untuk TribunMadura.com
Rasulullah (43) seorang guru honorer di Pulau Kangean Sumenep ini dipecat sepihak karena ikutan foto penerima program BSPS 2024 yang diduga korupsi, Selasa (6/5/2025). 

Pemecatan sepihak itu berawal pada tanggal 1 Mei 2025 lalu, dirinya menerima undangan rapat melalui grup pesan elektronik terkait Pembinaan dan Rapat Panitia Persiapan Perpisahan yang akan digelar di sekolah.

Dirinya mengaku tidak ada kecurigaan apa-apa. Hanya sempat ada wali murid yang bertanya terkait undangan ke sekolah. Namun, ia sampaikan bahwa undangan tersebut hanya khusus bagi para guru dan tidak dengan wali murid.

"Iya benar, saya menghadiri undangan rapat pada tanggal 3 Mei 2025 lalu itu dimulai dengan penyampaian arahan dari pengawas sekolah," tuturnya.

Saat itu tiba-tiba semua guru dan tenaga honorer lain diminta keluar ruangan kecuali dirinya. Dalam ruangan tersebut hanya ada dirinya dan Pak Modo Lelono, Kepala Sekolah, dan pengawas. 

Tidak lama kemudian, setelah itu enam orang lain masuk ke ruangan rapat.

"Setahu saya, empat orang memang wali murid, satu orang komite dan satu lagi orang dekat Kepala Desa (Kades) kayaknya. Namanya Husnul," sebutnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Torjek II, Arifin saat itu meminta beberapa orang yang ada di ruangan untuk menyampaikan tujuan kedatangannya.

Saat itulah kata Rasul, para wali murid secara kompak meminta dirinya yang mengajar di sekolah tersebut dikeluarkan dari sekolah.

"Mereka bahkan ada yang bilang, harus dikeluarkan hari itu juga. Jangan sampai besok. Jika tidak, para wali murid itu mengancam akan memindahkan anaknya dari sekolah," paparnya. 

Sebelum itu, Rasul mengakui jika sekitar 10 hari sebelum dikeluarkan dari sekolah lanjutnya, dirinya sempat membantu kawannya yang bernama Aan untuk mengambil foto para penerima program BSPS 2024 di desa setempat.

Program BSPS 2024 saat ini memang lagi dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, baik daratan maupun kepulauan.

"Memang betul saya memang memotret rumah penerima BSPS 2024, itu sekitar 5 rumah. Salah satu rumah milik Nenek Nakia yang hanya mendapat genteng dan papan saha," terangnya. 

Bahkan, dirinya juga mengaku sempat ikut saat Irjen Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia Heri Jerman turun langsung ke lokasi mendatangi penerima (BSPS) 2024 dan itu yang pak Rasul foto.

Pak Rasul mengaku, inisiatif untuk mengambil gambar rumah penerima bantuan BSPS 2024 di desanya merupakan yang pertama kalinya dilakukan.

"Meski saya dikeluarkan, saya tetap antar anak saya sekolah ke sana (SDN Torjek II). Karena itu tanggung jawab saya," katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved