Senin, 11 Mei 2026

Berita Terkini Situbondo

Kondisi Bocah 10 Tahun di Situbondo Diduga Dibakar Temannya Belum Bisa Melihat

Bocah berusia 10 yang diduga dibakar temannya menjadi perhatian serius Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Taufiq Rochman
Tribun Jatim Network/Izi Hartono
DIKUNJUNGI - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat mengunjungi bocah yang dibakar temannya di ruang wilis RSU Abdoer Rachem Situbondo, Kamis (15/05/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO - Bocah berusia 10 yang diduga dibakar temannya menjadi perhatian serius Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Bahkan, orang nomor satu di jajaran lingkungan Pemkab Situbondo, kembali datang menjenguk bocah berinisial Q yang sedang menjalani perawatan di ruang Wilis RSU Abdoer Rachem Situbondo, Kamis (15/05/2025).

Peristiwa yang sempat viral di berbagai media sosial dan pemberitaan media itu terjadi pada Senin (13/05/2025) dan kasusnya telah dilaporkan oleh orang tua korban ke pihak kepolisian.

Salah seorang paman korban, Fahmi mengatakan, pihak keluarga berharap apa yang dialami anaknya itu tetap ada perhatian pemerintah.

Selain itu, kata Fahmi, dirinya juga meminta yang terbaik kepada pihak kepolisian dalam proses hukumnya.

"Semuanya kami serahkan ke pihak berwajib," ujarnya saat menunggu keponakannya di RSU Abdoer Rachem Situbondo.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayoga memgatakan, pihaknya kembali menjenguknya karena telah keluar dari ruang operasi.

Mas Bupati Rio menegaskan, pihaknya akan menjamin biaya perawatan korban.

"Anak ini (Korban, Red) sering ke saya dan setiap Jumat pasti ke Pendopo," ujarnya.

Menurutnya, untuk kondisinya masih sangat memprihatinkan, karena berdasarkan keterangan dokternya masih di level 2.

"Kondisi matanya masih belum bisa melihat dan luka bakarnya masih ada yang basah. Yang jelas ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Dikatakan, setelah mendapat informasi langsung mendatangi korban di rumah sakit, sebenarnya untuk mencari akar permasalahannya.

"Apakah ini dari pola bermain anak atau ada hilangnya tingkat kedekatan satu dengan yang lain, karena anak sedemikian parahnya dengan handphone. Sehingga menjadi sangat individualis, makanya saya pingin tau akarnya. Nah itu mungkin bisa kita jadikan rujukan kebijakan nanti," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan mengatakan, terkait kasus dugaan pembakaran anak yang sudah beredar di media sosial itu sudah laporan ke Polres.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved