Kamis, 23 April 2026

Berita Pamekasan

Ikut MPLS, Siswi SMP di Pamekasan Jadi Korban Bully, Jilbab Ditarik dan Perut Dipukul

Kasus kekerasan di lingkungan sekolah masih terus terjadi.   Kali ini terjadi saat MPLS di sebuah sekolah di Pamekasan

Editor: Januar
Istimewa/ Kompas.com
Seorang siswi di SMPN 2 Pademawu mendapatkan tindakan kekerasan dari teman sekolah pada selasa 15 Juli 2025 lalu 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN- Kasus kekerasan di lingkungan sekolah masih terus terjadi.
 
Kali ini terjadi saat MPLS di sebuah sekolah di Pamekasan.
 
Dilansir dari Kompas.com, siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, menjadi korban bullying oleh teman sekolahnya yang terekam kamera seorang siswi lainnya, Senin (11/8/2025).
 
Video berdurasi 36 detik itu menyebar di sejumlah media sosial di Pamekasan. Pelaku diduga berinisial P dari kelas IX.
 
Ia diduga memukul korban yang berinisial S di dalam kelas. Pada rekaman, P menampar korban lebih dari satu kali, bahkan memukul perut korban dengan cukup keras.
 
Selain itu, P tampak menarik jilbab korban.

Namun, korban tidak melakukan perlawanan.

Sedikitnya, ada tiga tamparan di bagian kepala yang dilakukan oleh pelaku dan satu pukulan di bagian perut.
 
Tampak pula satu dua siswi berusaha melerai, tetapi pelaku tidak menghiraukan dan terus mengamuk kepada korban.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Pademawu, Suharyono membenarkan beredarnya video dan kejadian bullying di sekolahnya. "Kejadian tersebut saat sekolah sedang melaksanakan MPLS pada tanggal 15 Juli 2025," katanya.
 
Dia mengungkapkan bahwa kejadian itu langsung dilaporkan oleh siswi yang menjadi korban ke guru BK, sehingga pada hari itu juga pihak sekolah langsung melakukan tindakan.
 
"Sesuai aturan, kami memberlakukan sanksi ringan berupa teguran kepada siswi tersebut," kata Suharyono.
 
Pemberlakuan sanksi ringan karena pelaku pertama kali melakukan kesalahan. Sebab, sebelumnya tidak ada kejadian yang sama yang dilakukan oleh P.


 
"Kami dari sekolah juga sudah berkunjung ke rumah siswi yang menjadi korban," ucapnya. Suharyono mengatakan bahwa P dan S sudah masuk sekolah seperti biasa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Pademawu.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved