Senin, 1 Juni 2026

Berita Terkini Pamekasan

Harga Tembakau Naik! Haji Her dan Ulama Madura Kompak Bantu Petani Lewat Patungan

Musim jual beli tembakau di Pamekasan, Madura telah tiba. Lalu lalang mobil pikap dan truk membawa muatan tembakau terlihat di jalan raya Pamekasan,

Tayang:
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
SORTIR - CEO PT Bawang Mas Group, Haji Khairul Umam saat menyortir tembakau milik petani Pamekasan di gudangnya, Kamis (21/8/2025). 

Poin Penting:

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Musim jual beli tembakau di Kabupaten Pamekasan, Madura telah tiba.

Lalu lalang mobil pikap dan truk membawa muatan tembakau terlihat di jalan raya Pamekasan, terutama di Gudang Bawang Mas Group.

Banyak petani tembakau menjual tembakaunya di gudang milik Haji Khairul Umam, Sultan Madura tersebut.

Rerata para petani tembakau menjual hasil tanamannya ke gudang tembakau Haji Her lantaran dibeli dengan harga mahal.

Namun di balik upaya pembelian tembakau mahal di gudang Haji Her ini berkat modal patungan yang dilakukan dengan sejumlah lembaga pondok pesantren yang ada di Madura.

Haji Her mengaku selama ini dia bersama para ulama dan sebanyak 350 Pondok Pesantren kolaborasi patungan untuk membeli tembakau petani Madura.

Di antara ratusan pesantren itu, ada yang menyumbang Rp 50 juta, Rp 200 juta, Rp 600 juta, dan miliaran.

Baca juga: Pemkab Sumenep Ancam Pengusaha Tembakau yang Tak Urus Izin Pembelian: Satpol PP Akan Tegakkan Hukum

“KH. Muhammad Rofii Baidhowi berpesan kepada saya, minta tolong untuk mengangkat harga tembakau petani,” ujar Haji Her, Kamis (21/8/2025).

Pengamatan Haji Her, telah lama petani tembakau dijajah.

Namun baru tiga tahun ini dia bersama para ulama melakukan gerakan patungan membeli tembakau Madura dan hasilnya luar biasa.

“Petani sekarang punya banyak uang, mereka bisa menyekolahkan anaknya, bisa bangun rumah dan bisa menabung,” syukurnya.

Meski sudah memasuki musim jual beli tembakau, Haji Her mengaku belum tahu berapa ton kebutuhan pembelian tembakau di gudangnya.

Alasannya karena masih melihat kondisi keuangan dari hasil sumbangan dari berbagai ponpes.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved