Berita Sumenep

Aktivis Dear Jatim Sumenep Bakal Geruduk Rumah Ketua Banggar DPR Said Abdullah, Sampaikan 8 Tuntutan

Sejumlah aktivis pemuda yang tergabung dalam Dear Jatim Kabupaten Sumenep berencana menggelar aksi demonstrasi

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Ali Hafidz Syahbana
RENCANA AKSI LANJUTAN : Suasana aktivis Dear Jatim Sumenep saat gelar mimbar bebas di depan gedung DPRD Sumenep, Minggu (31/8/2025) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sejumlah aktivis pemuda yang tergabung dalam Dear Jatim Kabupaten Sumenep berencana menggelar aksi demonstrasi damai di depan rumah Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah.

Rumah politisi senior dari PDI Perjuangan yang terletak di Jalan A. Yani, Kota Sumenep itu akan menjadi titik konsentrasi massa sebagai simbol perlawanan moral rakyat terhadap elit politik yang dinilai abai pada tuntutan keadilan.

Ketua Dear Jatim Sumenep, Mahbub Junaidi menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung kepada wakil rakyat di pusat.

"Ini bagian dari upaya menyuarakan aspirasi rakyat. Kami akan lakukan secara damai, tanpa tindakan anarkis apalagi penjarahan," tegas Mahbub Junaidi pada TribunMadura.com, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, aksi ini juga serupa dari fenomena nasional di mana sejumlah rumah anggota DPR RI didatangi rakyat, diantaranya seperti rumah Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, hingga Eko.

"Kami tidak membawa kebencian, kami membawa pesan moral. Ini gerakan rakyat, bukan aksi rusuh," ujarnya.

Pihaknya memastikan, bahwa aksinya nanti akan berlangsung damai dan tertib dengan pengamanan dan seruan moral kepada peserta untuk menolak provokasi.

Inilah 8 Tuntutan Resmi Dear Jatim Sumenep:

1. Mendesak Kapolri untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politik.

2. Menuntut pencopotan Komandan Korps Brimob dan Kapolda Metro Jaya.

3. Mendorong investigasi independen, terbuka, dan menyeluruh oleh Komnas HAM serta Kompolnas.

4. Menuntut transparansi proses pemeriksaan terhadap tujuh oknum Brimob yang diduga terlibat kekerasan.

5. Mendesak pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap institusi Polri, sesuai semangat reformasi 1998.

6. Menuntut keadilan dan perlindungan hukum bagi keluarga korban Affan Kurniawan serta rakyat sipil lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved