Berita Terkini Bangkalan
Cuaca Ekstrem dan Jaring Trawl Gerus Hasil Tangkapan Nelayan Bangkalan
Selain berpacu dengan cuaca ekstrem, nelayan pesisir Utara Bangkalan juga dihadapkan maraknya penggunaan jaring trawl kapal nelayan luar Bangkalan
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
Ringkasan Berita:
- Nelayan pesisir Utara Bangkalan menghadapi penurunan drastis tangkapan rajungan akibat cuaca ekstrem dan maraknya jaring trawl kapal dari luar daerah.
- Dalam sebulan terakhir, hasil tangkapan rajungan turun hingga 0,5 kilogram, jauh dari kondisi normal yang bisa mencapai 10 kilogram hingga 1 kwintal.
- Meski harga rajungan stabil di Rp 92 ribu per kilogram, pendapatan nelayan tetap merosot karena jarak melaut dibatasi maksimal 3 mil dan kerusakan ekosistem laut akibat trawl.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Selain berpacu dengan cuaca ekstrem, nelayan pesisir Utara Bangkalan juga dihadapkan dengan masih maraknya penggunaan jaring trawl kapal nelayan dari luar Bangkalan.
Akibatnya, hasil tangkapan utama berupa rajungan dalam satu bulan terakhir terus menurun hingga titik terendah, yakni 0,5 Kg yang tidak sebanding dengan biaya operasional.
Beratnya kondisi cuaca ekstrem serta perilaku jaring trawl yang terus menggerus dan merusak ekosistem laut Bangkalan disampaikan Ketua Persatuan Nelayan Pergerakan Indonesia (PNPI) Bangkalan, Ahmad Rahman, Jumat (2/1/2026).
“Kondisi cuaca di tengah laut masih kategori gelombang, namun tangkapan rajungan pada bulan lalu sangat menurun."
"Ditambah informasi dari BMKG bahwa hari Minggu lusa ada peningkatan gelombang dan peningkatan kecepatan angin,” ungkap Rahman kepada Tribun Madura.
Baca juga: Satpolairud Gresik Tangkap 3 Kapal Nelayan Gunakan Jaring Trawl di Karang Jamuan
BMKG Trunojoyo edisi Jumat (2/1/2026) merilis prakiraan tinggi gelombang wilayah perairan Utara Bangkalan masih level rendah dengan keterangan 0,64 meter atau lebih rendah dari tinggi gelombang perairan Utara Sampang yang mencapai 0,80 meter.
Prediksi BMKG diantisipasi nelayan pesisir Utara Bangkalan dengan memperpendek jarak tempuh saat melaut.
Para nelayan, khususnya nelayan Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan, tidak memaksakan diri pergi melaut hingga melebihi jarak 3 mil dari bibir pantai.
“Kami tidak boleh terlalu jauh, kami masih bisa melaut di posisi timurnya Pulau Karang Jamuang atau sekitar 3 mil."
"Kalau kami pergi melaut sejauh lebih dari 7 mil melewati Karang Jamuang, ombak sudah sangat besar karena laut lepas,” jelas Rahman.
Hasil Tangkapan Menurun
Dengan jarak tempuh maksimal 3 mil dari bibir pantai, lanjutnya, aktivitas para nelayan Kampung Bandaran masih tergolong normal namun pendapatan berkurang karena hasil tangkapan utama berupa rajungan terus menurun.
Sebagai perbandingan dengan hasil tangkapan bulan sebelumnya, Rahman memaparkan bahwa jaring-jaring para nelayan mampu membawa pulang rajungan hingga 1 kwintal dengan hasil tangkapan terendah seberat 10 Kg rajungan.
“Memang harga per Kilogramnya tetap, yakni Rp 92 ribu, namun bulan ini tangkapan rajungan menurun."
"Hasil terbesar saat ini seberat 2 Kilogram bahkan ada yang dapat setengah Kilogram,” papar Rahman.
Penggunaan jaring trawl di perairan Utara Bangkalan direspon oleh sedikitnya 120 unit perahu nelayan Desa Tengket dan Desa/Kecamatan Arosbaya pada 27 November 2025.
Aksi ini sempat membuat perahu-perahu nelayan jaring trawl dari luar Bangkalan tidak beroperasi selama satu pekan.
Namun dalam tiga hari terakhir, puluhan perahu dari luar Bangkalan kembali menebar jaring trawl yang menyapu dasar perairan dan merusak ekosistem laut.
“Faktor hasil tangkapan rajungan berkurang mungkin masih belum musim saja, namun juga efek dari pemanfaatan jaring trawl yang meresahkan kami."
"Karena rata-rata nelayan di sini menggunakan alat tangkap tradisional yang tidak menjaring rajungan kecil, sementara jaring trawl seperti mengeruk semua sampai ke dasar laut,” pungkas Rahman.
| Kakek Pencari Ikan di Bangkalan Ditemukan Tewas di Sungai Pacogan |
|
|---|
| Pemuda 18 Tahun Ditangkap Curi Kabel Jembatan Suramadu, Kerugian Rp299 Juta |
|
|---|
| Bahtsul Masail Ulama Muda Bangkalan Minta Gus Yahya Legowo Lepas Jabatan Ketum PBNU |
|
|---|
| Datangi Kemenag Bangkalan, Keluarga Korban Asusila Beber Kronologi Hilangnya Santriwati Saksi Kunci |
|
|---|
| Disperinaker Bangkalan Sediakan Layanan Digital SIAPKerja dan SISKOP2MI untuk Pencari Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Awan-mendung-pekat-menggelayut-di-atas-perairan-laut-Utara-Bangkalan.jpg)