Kamis, 21 Mei 2026

Berita Terkini Bangkalan

Cuaca Ekstrem dan Jaring Trawl Gerus Hasil Tangkapan Nelayan Bangkalan

Selain berpacu dengan cuaca ekstrem, nelayan pesisir Utara Bangkalan juga dihadapkan maraknya penggunaan jaring trawl kapal nelayan luar Bangkalan

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa
LAUT DAN LANGIT - Cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan masih berpotensi menghantui sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bangkalan. Tampak awan mendung berwarna pekat menggelayut di atas perairan laut Utara Bangkalan pekan lalu, memaksa perahu nelayan putar balik ke bibir pantai. 

Ringkasan Berita:
  • Nelayan pesisir Utara Bangkalan menghadapi penurunan drastis tangkapan rajungan akibat cuaca ekstrem dan maraknya jaring trawl kapal dari luar daerah.
  • Dalam sebulan terakhir, hasil tangkapan rajungan turun hingga 0,5 kilogram, jauh dari kondisi normal yang bisa mencapai 10 kilogram hingga 1 kwintal.
  • Meski harga rajungan stabil di Rp 92 ribu per kilogram, pendapatan nelayan tetap merosot karena jarak melaut dibatasi maksimal 3 mil dan kerusakan ekosistem laut akibat trawl.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Selain berpacu dengan cuaca ekstrem, nelayan pesisir Utara Bangkalan juga dihadapkan dengan masih maraknya penggunaan jaring trawl kapal nelayan dari luar Bangkalan.

Akibatnya, hasil tangkapan utama berupa rajungan dalam satu bulan terakhir terus menurun hingga titik terendah, yakni 0,5 Kg yang tidak sebanding dengan biaya operasional.

Beratnya kondisi cuaca ekstrem serta perilaku jaring trawl yang terus menggerus dan merusak ekosistem laut Bangkalan disampaikan Ketua Persatuan Nelayan Pergerakan Indonesia (PNPI) Bangkalan, Ahmad Rahman, Jumat (2/1/2026).

“Kondisi cuaca di tengah laut masih kategori gelombang, namun tangkapan rajungan pada bulan lalu sangat menurun."

"Ditambah informasi dari BMKG bahwa hari Minggu lusa ada peningkatan gelombang dan peningkatan kecepatan angin,” ungkap Rahman kepada Tribun Madura.

Baca juga: Satpolairud Gresik Tangkap 3 Kapal Nelayan Gunakan Jaring Trawl di Karang Jamuan

BMKG Trunojoyo edisi Jumat (2/1/2026) merilis prakiraan tinggi gelombang wilayah perairan Utara Bangkalan masih level rendah dengan keterangan 0,64 meter atau lebih rendah dari tinggi gelombang perairan Utara Sampang yang mencapai 0,80 meter.

Prediksi BMKG diantisipasi nelayan pesisir Utara Bangkalan dengan memperpendek jarak tempuh saat melaut.

Para nelayan, khususnya nelayan Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan, tidak memaksakan diri pergi melaut hingga melebihi jarak 3 mil dari bibir pantai.

“Kami tidak boleh terlalu jauh, kami masih bisa melaut di posisi timurnya Pulau Karang Jamuang atau sekitar 3 mil."

"Kalau kami pergi melaut sejauh lebih dari 7 mil melewati Karang Jamuang, ombak sudah sangat besar karena laut lepas,” jelas Rahman.

Hasil Tangkapan Menurun

Dengan jarak tempuh maksimal 3 mil dari bibir pantai, lanjutnya, aktivitas para nelayan Kampung Bandaran masih tergolong normal namun pendapatan berkurang karena hasil tangkapan utama berupa rajungan terus menurun.

Sebagai perbandingan dengan hasil tangkapan bulan sebelumnya, Rahman memaparkan bahwa jaring-jaring para nelayan mampu membawa pulang rajungan hingga 1 kwintal dengan hasil tangkapan terendah seberat 10 Kg rajungan.

“Memang harga per Kilogramnya tetap, yakni Rp 92 ribu, namun bulan ini tangkapan rajungan menurun."

"Hasil terbesar saat ini seberat 2 Kilogram bahkan ada yang dapat setengah Kilogram,” papar Rahman.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved