Berita Terkini Bangkalan
Ironi Pendidikan di Bangkalan: Gedung SDN Roboh saat Program Sekolah Rakyat Dikebut
Di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR), kondisi pilu malah tersaji di SDN 2 Tlagah Bangkalan
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Taufiq Rochman
Ringkasan Berita:
- Bangunan ruang guru sekaligus kantor SDN 2 Tlagah, Kecamatan Galis, Bangkalan, ambruk setelah Subuh.
- Kondisi bangunan sekolah yang lapuk memicu kekhawatiran wali murid hingga sebagian siswa memilih pindah sekolah.
- Sengketa lahan baru tuntas pada pertengahan 2025 setelah dimenangkan Pemkab Bangkalan di Mahkamah Agung. Dinas Pendidikan mengaku ingin segera merehabilitasi sekolah, namun hingga kini perbaikan belum terealisasi.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya meningkatkan pemerataan pendidikan, kondisi pilu malah tersaji di SDN 2 Tlagah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.
Ruang guru yang gedungnya sudah lapuk karena dimakan usia, kini ambruk selepas waktu Subuh, Selasa (13/1/2026).
Robohnya bangunan ruang guru sekaligus kantor sekolah itu melengkapi derita sekolah karena sehari sebelumnya, plafon ruang kelas 6 rontok.
Sebanyak 110 siswa dari total 248 siswa diungsikan di rumah kepala sekolah, Fatmawati agar keberlangsungan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Kami khawatir terjadi roboh susulan, siswa kelas 4, 5, dan 6 diungsikan ke rumah. Sementara siswa kelas 1, 2, dan 3 tetap memanfaatkan tiga ruang kelas yang ada karena masih bisa ditempati,” ungkap Fatmawati.
Baca juga: Puntung Rokok Pembawa Petaka, Gudang Sekolah Dasar di Jombang Ludes Terbakar
Ia menjelaskan, kondisi pilu bangunan-bangunan ruang kelas di SDN Tlagah 2 tidak hanya memantik kritikan dari para wali siswa namun juga berdampak semakin menurunnya jumlah siswa karena memutuskan pindah sekolah.
“Gedung sudah tua, apalagi sekarang musim hujan. Bahkan ada (wali siswa) yang bilang kalau tahun tidak dapat bantuan dan tetap seperti ini, anaknya mau dipindahkan."
"Tahun kemarin banyak yang pindah ke SDN Tlaga 3 karena gedung lebih bagus,” jelas Fatmawati.
Status kepemilikan lahan SDN Tlagah 2 sejatinya sudah menjadi hak milik Pemkab Bangkalan sejak pertengahan tahun 2025 setelah melalui proses sengketa yang panjang hingga ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung.
Fatmawati berharap, pemerintah melalui dinas pendidikan bisa turun tangan karena anak-anak didik merindukan kegiatan belajar yang nyaman dengan kondisi gedung sekolah yang layak.
Sebagaimana fasilitas yang didapatkan para siswa di sekolah lain.
“Ruang kelas yang rusak ada empat ruang dan satu ruang kantor, kondisinya sudah lama seperti ini. Tekad ingin memperbaiki ada, tetapi tidak ada tukang yang mau karena tidak berani, kalau naik takutnya gedung roboh,” pungkasnya.
Lahan Sekolah Sempat Sengketa
Sengketa lahan antara pemilik lahan dan Pemkab Bangkalan memang mewarnai perjalanan SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan dalam beberapa tahun terakhir.
Penyelesaian pun bahkan harus diputuskan melalui keputusan Mahkamah Agung.
| Kakek Pencari Ikan di Bangkalan Ditemukan Tewas di Sungai Pacogan |
|
|---|
| Pemuda 18 Tahun Ditangkap Curi Kabel Jembatan Suramadu, Kerugian Rp299 Juta |
|
|---|
| Bahtsul Masail Ulama Muda Bangkalan Minta Gus Yahya Legowo Lepas Jabatan Ketum PBNU |
|
|---|
| Datangi Kemenag Bangkalan, Keluarga Korban Asusila Beber Kronologi Hilangnya Santriwati Saksi Kunci |
|
|---|
| Disperinaker Bangkalan Sediakan Layanan Digital SIAPKerja dan SISKOP2MI untuk Pencari Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Potret-pilu-kondisi-SDN-2-Tlaga-Kecamatan-Galis-Kabupaten-Bangkalan.jpg)