Rabu, 22 April 2026

Berita Sampang

Panic Buying Picu Kelangkaan LPG 3 Kg di Sampang, Harga Tembus Rp 25 Ribu

Abdi Barri menyebut kelangkaan LPG 3 kg di Sampang bukan disebabkan minimnya stok, melainkan perilaku panic buying di tengah masyarakat.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunMadura.com
LPG - Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri. Dia mengatakan, kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi di Kabupaten Sampang, Madura bukan disebabkan minimnya stok, melainkan perilaku panic buying di tengah masyarakat, Kamis (16/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kelangkaan LPG 3 kilogram di Sampang picu harga melonjak hingga Rp 25 ribu.
  • Pemerintah sebut panic buying warga jadi penyebab utama distribusi gas tidak merata.
  • Masyarakat diimbau beli LPG sesuai kebutuhan agar harga dan pasokan kembali stabil.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kelangkaan LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Sampang, Madura, membuat harga melonjak jauh di atas ketentuan. 

Di tingkat pengecer, harga gas melon bahkan tembus hingga Rp 25.000 per tabung, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) berada di kisaran Rp 18.000.

Lonjakan harga ini memicu keluhan warga, terutama kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada LPG bersubsidi tersebut.

Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, menyebut kelangkaan yang terjadi bukan disebabkan minimnya stok, melainkan perilaku panic buying di tengah masyarakat.

Isu yang beredar terkait keterbatasan pasokan LPG membuat warga membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya untuk disimpan.

"Sebagian masyarakat melakukan panic buying karena terprovokasi isu bahwa stok LPG akan berkurang," ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Diskopumdag Bangkalan Warning Pengecer yang Jual LPG 3 Kg Rp 23 Ribu, Pastikan Distribusi Aman

Distribusi Aman

Secara distribusi, kata dia, stok LPG untuk wilayah Sampang masih dalam kondisi aman. 

Namun, lonjakan pembelian yang tidak wajar menyebabkan pasokan di tingkat pengecer cepat habis dan terkesan langka.

"Yang biasanya satu rumah tangga membeli satu sampai dua tabung per bulan, saat ini bisa membeli lebih banyak untuk disimpan," jelasnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Jaga Stabilitas Distribusi LPG 3 Kg di Sampang di Tengah Lonjakan Permintaan

Situasi tersebut membuat distribusi tidak merata, sehingga sebagian warga kesulitan mendapatkan LPG meski stok sebenarnya masih tersedia.

"Kami berharap masyarakat agar tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan, agar distribusi bisa kembali normal dan harga tidak terus merangkak naik," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved