Jumat, 8 Mei 2026

Berita Sampang

Kelas Ambruk Diterjang Hujan Angin, Siswa SDN Pangilen 1 Sampang Belajar Bergantian

Aktivitas belajar di SDN Pangilen 1, Kabupaten Sampang, Madura, terpaksa berjalan tidak seperti biasa, Jumat (17/4/2026).

Tayang:
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunMadura.com
SEKOLAH - Aktivitas belajar di SDN Pangilen 1, Kabupaten Sampang, Madura, terpaksa berjalan tidak seperti biasa, Jumat (17/4/2026). Siswa harus berbagi ruang dan belajar secara bergantian setelah satu ruang kelas ambruk diterjang hujan deras disertai angin kencang. 
Ringkasan Berita:
  • Ruang kelas SDN Pangilen 1 Sampang ambruk akibat hujan deras dan angin kencang.
  • Siswa terpaksa belajar bergantian karena ruang kelas rusak dan tidak layak digunakan.
  • Dinas Pendidikan akui bangunan lama rusak, perbaikan terkendala keterbatasan anggaran.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Aktivitas belajar di SDN Pangilen 1, Kabupaten Sampang, Madura, terpaksa berjalan tidak seperti biasa, Jumat (17/4/2026).

Siswa harus berbagi ruang dan belajar secara bergantian setelah satu ruang kelas ambruk diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (10/4/2026) malam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sebab, saat peristiwa terjadi, kondisi sekolah dalam keadaan kosong. 

Ruang kelas yang terdampak diketahui merupakan tempat belajar siswa kelas 6.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, M Yusuf, mengatakan, bangunan yang rusak sebenarnya telah lama dilaporkan pihak sekolah karena dinilai tidak layak digunakan.

"Kerusakan dipicu hujan deras dan angin kencang. Sebelumnya memang sudah diusulkan perbaikan, namun belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran," ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Sebagai langkah darurat, pihak Dinas Pendidikan meminta agar ruang kelas yang rusak tidak lagi digunakan. 

Baca juga: Hujan dan Angin, Atap Ruang Kelas SDN Pangilen 1 Sampang Ambruk, Siswa Sampai harus Belajar di Luar

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dialihkan dengan sistem bergantian bersama kelas lain.

"Kami arahkan KBM (kegiatan belajar mengajar) tetap berjalan dengan sistem bergantian agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran," tuturnya.

Lama Dikosongkan

Sementara itu, salah satu guru SDN Pangilen 1 Sampang, Alim, menyebut ruang kelas yang roboh sebenarnya sudah lama dikosongkan karena kondisi bangunan yang semakin rapuh.

"Sudah tidak dipakai karena khawatir membahayakan. Alhamdulillah ambruknya malam hari, jadi tidak ada korban," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved