Toron Saat Hari Raya Iduladha, Tradisi Mudik Khas Warga Madura yang Tetap Lestari
Tradisi Toron saat Iduladha jadi momen penting warga Madura pulang kampung, mempererat silaturahmi dan menjaga ikatan budaya leluhur.
Penulis: Mauidhotun Nisa | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Toron merupakan tradisi mudik khas Madura saat Iduladha untuk mempererat hubungan keluarga dan menghormati leluhur.
- Tradisi ini dipengaruhi sejarah perantauan warga Madura akibat kondisi geografis dan ekonomi sejak masa lampau.
- Selain silaturahmi, Toron juga diwarnai ziarah makam dan berbagi oleh-oleh sebagai simbol kepedulian sosial.
TRIBUNMADURA.COM - Tradisi mudik tidak hanya identik dengan Hari Raya Idulfitri.
Bagi masyarakat Madura, momentum Iduladha justru menjadi salah satu puncak kepulangan ke kampung halaman melalui tradisi yang dikenal sebagai Toron.
Tradisi ini terus berlangsung dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Pulau Garam, Senin (20/4/2026).
Dilansir dari Kompas.com, Toron berasal dari kata “Toronan” yang berarti "turun" atau "kembali ke asal."
Dalam praktiknya, tradisi ini dimaknai sebagai bentuk kepulangan para perantau Madura untuk menjalin kembali hubungan dengan keluarga serta menghormati leluhur.
Tradisi Toron tidak hanya sekadar pulang kampung, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya yang kuat.
Masyarakat Madura memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi, terutama saat hari besar Islam seperti Idulfitri, Iduladha, dan Maulid Nabi.
Namun, Iduladha atau yang kerap disebut Tellasan Raja menjadi waktu paling ramai.
Hal ini karena selain merayakan Hari Raya Kurban, masyarakat juga berkumpul dengan keluarga besar dan mengunjungi kerabat yang baru pulang dari ibadah haji.
Tradisi ini juga diisi dengan kegiatan ziarah ke makam leluhur atau yang dikenal dengan nyekar.
Aktivitas tersebut menjadi simbol penghormatan kepada orang tua dan nenek moyang.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Rokat Tase, Tradisi Syukuran Laut di Madura
Faktor Sejarah dan Budaya
Tradisi Toron tidak terlepas dari sejarah panjang migrasi masyarakat Madura.
Sejak masa lampau, banyak warga Madura merantau ke berbagai daerah di Jawa bahkan luar pulau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Kondisi geografis Madura yang relatif kurang subur menjadi salah satu alasan utama terjadinya perantauan.
Namun demikian, ikatan emosional dengan kampung halaman tetap kuat, sehingga kepulangan menjadi suatu keharusan, terutama saat momen penting.
tradisi Madura
Toron
mudik
Pamekasan
Sampang
Sumenep
Bangkalan
Madura
Tribun Madura
TribunMadura.com
meaningful
Hari Raya Iduladha
| Pantai Slopeng, Destinasi Wisata Unggulan Sumenep dengan Hamparan Pasir Unik dan Panorama Menawan |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi Berlaku di Sampang, Pemkab Fokus Awasi Gas Melon |
|
|---|
| Rakhmat Basuki Minta Pemain Madura United Fokus pada Tim demi Terhindar dari Degradasi |
|
|---|
| Jelang Momen Hari Kartini, Pasutri Bangkalan Dianugerahi Kelahiran Bayi Cantik Kembar Tiga |
|
|---|
| Program Nelayan Tangguh Digelar di Sampang, 100 Nelayan Dapat Layanan Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ilustrasi-tradisi-toron-di-Jembatan-Suramadu-Madura.jpg)