Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bangkalan

Kukuhkan 4 Guru Besar, Rektor UTM Bangkalan Sebut Korupsi Adalah Problem Laten dan Susah Diberantas

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan saat ini telah memiliki total 35 dosen bergelar profesor seiring dikukuhkannya 4 guru besar.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunMadura.com
PENGUKUHAN - Rektor UTM Bangkalan, Prof Dr Safi' (kiri) bersama Ketua Senat UTM, Prof Dr Muhammad Nizarul Alim (kanan) mengapit empat guru besar baru UTM; Prof Dr Eny Suastuti, Prof Dr Elys Fauziyah, Prof Insafitri, dan Prof Dr Ir Mohamad Imron Mustajib, di gedung Pertemuan RP Mohammad Noer UTM, Rabu (22/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • UTM Bangkalan kukuhkan empat guru besar baru, total profesor kini mencapai 35 orang.
  • Orasi ilmiah bahas korupsi, pertanian lahan kering, biodiversitas laut, hingga industri perkapalan.
  • Rektor dorong profesor berkontribusi bagi bangsa, mulai pemberantasan korupsi hingga swasembada pangan.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan saat ini telah memiliki total 35 dosen bergelar profesor seiring dikukuhkannya 4 guru besar di Gedung Pertemuan RP Mohammad Noer UTM, Rabu (22/4/2026).

Terdiri dari Prof Dr Eny Suastuti, Prof Dr Elys Fauziyah, Prof Insafitri, dan Prof Dr Ir Mohamad Imron Mustajib. 

Pidato pengukuhan diawali oleh Prof Eny dengan judul, 'Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Perzinan Pertambangan'.

Dia membahas tumpang tindih pengaturan perundang-undangan sektor pertambangan hingga inkonistensi rumusan pasal dalam peraturan perundang-undangan tindak pidana korupsi dan putusan pengadilan.

Dilanjutkan Prof Elys dengan pidatonya yang berjudul, 'Menanam Harapan di Lahan Kering; Transformasi Produktivitas, Efisiensi, Daya Saing, dan Keberlanjutan.'

Ia menegaskan, masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh wilayah yang subur dan beririgasi baik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola wilayah-wilayah yang selama ini dianggap marginal.

Baginya, lahan kering Madura bukanlah simbol keterbatasan, melainkan ruang pembelajaran tentang ketangguhan, adaptasi, dan inovasi.

Sementara pidato pengukuhan dari Prof Insafitri berjudul, 'Samudra Harmoni' membahas keanekaragaman hayati laut yang mencerminkan harmoni kehidupan, dan setiap spesies memiliki peran penting.

Pidato diakhiri dengan orasi ilmiah Prof Mohamad Imron Mustajib yang berjudul, 'Teknologi dan Inovasi Sistem Manufakfur Perkapalan.'

Baca juga: Calon Mahasiswa Asal Papua Pilih UTM untuk UTBK, Peserta dari Sumenep Berangkat Jam 2 Dini Hari

Ia membahas industri galangan kapal jadi prioritas nasional serta mendorong konektivitas maritim dan serap tenaga kerja.

Sementara itu, Rektor UTM, Prof Dr Safi' dalam sambutannya tidak hanya menyampaikan ucapan selamat kepada 4 guru besar yang baru saja memaparkan pidato pengukuhan.

Namun juga berharap capaian tertinggi profesi dosen yang telah diraih tidak kemudian menghentikan tekad belajar. 

"Justru dengan gelar akademik tertinggi, sebagai guru besar harus melahirkan tanggung jawab besar juga bahwa kita harus terus belajar dan berkonstribusi dalam pembangunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Prof Safi'. 

Ia menjelaskan, masing-masingi keilmuan dan keahlian dari keempat guru besar yang baru saja dikukuhkan sangat diperlukan bukan saja untuk universitas melainkan juga sangat dibutuhkan oleh bangsa, karena relevan dengan kondisi serta kebutuhan bangsa dan negara saat ini. 

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved