Kamis, 30 April 2026

Berita Sampang

Angin Kencang dan Puting Beliung Ancam Sampang hingga Pertengahan Mei 2026

BPBD Sampang mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi hingga pertengahan Mei 2026.

Tayang:
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunMadura.com
ANGIN KENCANG - Rumah warga rusak diterjang angin kencang. Ancaman angin kencang dan puting beliung menjadi perhatian serius selama masa pancaroba di Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (30/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BPBD Sampang peringatkan ancaman angin kencang dan puting beliung saat pancaroba hingga pertengahan Mei 2026.
  • Mohammad Hozin sebut cuaca labil picu angin mendadak, berpotensi merusak rumah dan pepohonan.
  • Warga Sampang diminta waspada, lakukan mitigasi mandiri dan hindari berteduh di bawah pohon.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Ancaman angin kencang dan puting beliung menjadi perhatian serius selama masa pancaroba di Kabupaten Sampang, Madura.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi hingga pertengahan Mei 2026.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin mengatakan, masa peralihan musim dari hujan ke kemarau kerap memicu munculnya angin kencang secara tiba-tiba, bahkan berpotensi berkembang menjadi puting beliung.

"Yang perlu diwaspadai saat pancaroba ini adalah angin kencang dan puting beliung. Biasanya datang mendadak dan bisa merusak rumah maupun pepohonan," ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, karakter cuaca yang tidak stabil menjadi pemicu utama munculnya bencana tersebut.

Terlebih, tahun ini Sampang diprediksi mengalami kemarau kering, yang dapat memperkuat intensitas angin di sejumlah wilayah.

BPBD mencatat, kawasan pesisir dan pegunungan menjadi daerah paling rentan terdampak. 

Baca juga: Angin Puting Beliung belum Beranjak dari Bangkalan, Kini Menggelayut di Langit Kawasan Kampus UTM

"Wilayah pesisir utara dan selatan cukup berisiko. Angin bisa bergerak lebih cepat dan kuat di daerah terbuka," jelas Hozin.

Mitigasi Mandiri

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta melakukan mitigasi mandiri, seperti memangkas dahan atau pohon tinggi di sekitar rumah yang berpotensi tumbang saat diterpa angin.

Selain itu, warga juga diimbau untuk segera mencari tempat aman saat terjadi hujan disertai angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh.

"Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko. Jangan anggap sepele perubahan cuaca saat pancaroba," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved