Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bangkalan

Mendikdasmen Resmikan Masjid Al Huda Muhammadiyah Bangkalan, Potret Pusat Peradaban-Ilmu Pengetahuan

Peresmian masjid di tengah permukiman padat warga Muhammadiyah dan NU itu semakin terasa spesial karena diresmikan Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Dwi Prastika
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
RESMIKAN MASJID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti meresmikan Masjid Al Huda Muhamadiyah di Kampung Agung, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jumat (1/5/2026). Diharapkan, masjid tidak semata sebagai tempat ibadah melainkan juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan bagi masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti resmikan Masjid Al Huda Muhammadiyah di Bangkalan.
  • Peresmian masjid perkuat ukhuwah Muhammadiyah dan NU, dorong Islam moderat berkemajuan.
  • Masjid Al Huda diharapkan jadi pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Terbangunnya peradaban Islam yang moderat, toleran, dan berkemajuan tergambar dalam peresmian Masjid Al Huda Muhammadiyah di Kampung Agung, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026).

Ratusan masyarakat Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) melebur dalam satu bingkai kesadaran ukhuwah wataniyah (persaudaraan sebangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia). 

Peresmian masjid yang berlokasi di tengah permukiman padat warga Muhammadiyah dan NU itu semakin terasa spesial karena diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti.

Hadir pula pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Bangkalan, Ibu-ibu Muslimat, Fatayat, hingga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)/Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan, KH Makki Nasir.

"Ada juga tokoh senior, baik di Muhammadiyah dan NU, yakni Doktor Farid (Moch Farid Al Fauzi) sehingga beliau kita sebut tokoh MuNU (Muhammadiyah-NU). Tadi bercanda ke beliau, kita bangun di sini jalan ini 'Jembatan Sirotol Mustaqim' yang menghubungkan Muhammadiyah-NU, insyaallah Kulluhum 'Ala Sirotim Mustaqim," ungkap Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti dalam sambutannya. 

Ia mengaku sangat bahagia bisa datang ke Kabupaten Bangkalan untuk meresmikan Masjid Al Huda Muhammadiyah.

Baca juga: Mendikdasmen RI akan Sambang SDN Kajuanak 4 Bangkalan, 5 Bulan Siswa Belajar di Teras Rumah Warga

Bangkalan disebutnya, merupakan kawasan dengan peradaban yang sangat maju sekaligus sebagai gerbang di Pulau Madura. 

"Fondasi masjid yang paling penting adalah takwa, karena fondasinya takwa maka orang-orang selalu datang ke masjid. Dengan pendidikan yang semakin maju, insyaallah Bangkalan juga akan maju," jelas Abdul Mu'ti. 

Sesungguhnya, lanjut Abdul Mu'ti, orang-orang yang memamurkan masjid Allah adalah orang-orang yang iman kepada Allah, iman kepada hari akhir, senantiasa menunaikan salat, membayar zakat, dan tidak takut kepada siapapun kecuali hanya kepada Allah.
 
"Karena itu, masjid akan makmur apabila fondasinya adalah iman," tegasnya.

Ia memaparkan, masjid disebut masjid yang makmur apabila memenuhi empat.

Baca juga: Outlet Penjualan Miras 23 HWG Tuban akan Launching Jelang Ramadan, Muhammadiyah Tegas Menolak

Pertama, masjid Itu ramai karena banyak orang datang ke masjid untuk beribadah, datang ke masjid senantiasa untuk berzikir kepada Allah. 

Kedua, masjid itu makmur apabila masjidnya kelihatan gagah sebagaimana bangunan Masjid Al Huda Muhammadiyah.

Ketiga, masjid itu mamkur apabila jemaahnya makmur, dan keempat adalah masjid mampu membentuk generasi bertakwa dan berakhlak mulia, sebagaimana yang menjadi tujuan Undang-undang Dasar 1945.

"Ditambahkan dalam Undang-undang Pendidikan yang bertujuan membentuk generasi cerdas, terampil, mandiri, dan bertanggung jawab. Jika kita mengacu pada amar konstitusi itu, maka kita harus memperkuat pendidikan yang berpusat di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat dengan pendekatan asah, asih, dan asuh sebagaimana yang digelorakan Ki Hajar Dewantara," pungkasnya. 

Baca juga: Silaturahmi Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama Jatim, Ajang Konsolidasi Menuju Banom NU

Peran Masjid Sangat Luas Melampui Fungsi Ritual Semata

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved