Senin, 8 Juni 2026

Berita Sumenep

Luas Tanam Tembakau di Sumenep Diprediksi Naik, DPRD Ingatkan Soal Jaminan Harga Saat Panen

Luas areal tanam tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, diperkirakan kembali meningkat pada musim tanam 2026.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
TEMBAKAU (Arsip) - Bibit tembakau mulai ditanam petani di wilayah Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Senin (1/6/2026). Luas areal tanam tembakau di Kabupaten Sumenep diperkirakan kembali meningkat pada musim tanam 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Luas tanam tembakau Sumenep 2026 diperkirakan meningkat setelah sempat menurun.
  • Petani mulai menyemai benih tembakau sebagai persiapan menghadapi musim tanam.
  • DPRD Sumenep meminta kepastian harga dan pasar demi kesejahteraan petani.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Luas areal tanam tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, diperkirakan kembali meningkat pada musim tanam 2026.

Sejumlah petani mulai melakukan penyemaian benih sebagai tanda dimulainya persiapan tanam di berbagai wilayah sentra tembakau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, peluang bertambahnya luas tanam tahun ini cukup besar, terutama di kawasan pegunungan dan lahan tegalan yang selama ini menjadi basis produksi tembakau rakyat.

Menurut pria yang akrab disapa Inung itu, luas tanam tembakau di Sumenep sempat mengalami penurunan pada tahun lalu.

Pada 2024, luas tanam tembakau tercatat mencapai sekitar 18 ribu hektare.

Namun, pada 2025 turun menjadi sekitar 14 ribu hektare.

"Insyaallah tahun ini akan meningkat kembali," ujarnya saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Jumat (5/6/2026).

Optimisme tersebut didasarkan pada laporan para penyuluh pertanian yang menyebutkan banyak petani telah memulai proses penyemaian benih sebagai persiapan menghadapi musim tanam.

Baca juga: BLT DBHCHT Sumenep Terancam Molor, Data Petani Tembakau belum Rampung Diverifikasi

"Kami menerima laporan dari para penyuluh pertanian bahwa sebagian petani sudah mulai menyemai benih dan menyiapkan lahan tembakau," katanya.

Meski demikian, Inung mengingatkan, keberhasilan budi daya tembakau tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya luas tanam.

Faktor cuaca tetap menjadi penentu utama kualitas hasil panen.

Karena itu, pihaknya berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal, sehingga pertumbuhan tanaman dapat berjalan optimal dan menghasilkan kualitas tembakau yang baik.

"Semoga kualitas tembakau bagus, harga jualnya juga baik, serta kondisi cuaca mendukung, sehingga hasil panen petani tidak terganggu," harapnya.

Baca juga: Awal Musim Tanam Tembakau di Sumenep Dihantui Maling Pompa Air, 10 Unit Dilaporkan Hilang

Harus Diikuti Kepastian Pasar 

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi, menilai peningkatan luas tanam harus diikuti dengan kepastian pasar dan harga yang menguntungkan petani.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved