Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Jatim

Dua Mahasiswa Jatim Berhasil Dievakuasi dari Iran, Pemprov Siap Fasilitasi Pulang ke Daerah

Dua mahasiswa itu berhasil dipulangkan dengan selamat sampai ke Indonesia, di tengah perang Iran vs Israel-Amerika Serikat.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/Tribun Jatim Network/Humas Pemprov Jatim
BERTEMU MAHASISWA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima dua mahasiswa Jawa Timur setelah berhasil dievakuasi dari Iran, di Kantor PP Muslimat NU, Surabaya, Sabtu (14/3/2026). Dua mahasiswa itu berhasil dipulangkan dengan selamat sampai ke Indonesia, di tengah perang Iran vs Israel-Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Dua mahasiswa Jawa Timur berhasil dievakuasi dari Iran dan tiba selamat di Indonesia.
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima langsung mahasiswa asal Jember dan Malang itu di Surabaya.
  • Evakuasi WNI dari Iran dilakukan bertahap oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama KBRI terkait.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan dua mahasiswa Indonesia asal Jawa Timur yang menempuh pendidikan tinggi di Iran, di Kantor PP Muslimat NU, di Surabaya, Sabtu (14/3/2026).

Dua mahasiswa itu berhasil dipulangkan dengan selamat sampai ke Indonesia, di tengah perang Iran vs Israel-Amerika Serikat.

Dua putra-putri asal Jember dan Malang itu adalah mahasiswa Fakultas Teknik Komputer Universitas QOM dan Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz. 

Mereka mendapatkan kesempatan evakuasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran akibat meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan tersebut.

Keduanya dalam kondisi yang sehat dan selamat. 

Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” kata Gubernur Khofifah.

“Terima kasih kepada Kemenlu yang sudah berhasil melakukan proses evakuasi warga Indonesia di Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah,” lanjutnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebut, di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah, maka prioritas Pemerintah Indonesia adalah memastikan keselamatan WNI yang berada di Iran.

Ia menjelaskan, usai berhasil dievakuasi oleh KBRI Teheran dan tiba di Indonesia, keduanya akan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asal masing-masing lewat Badan Penghubung Daerah. 

Baca juga: Disnaker Sampang Minta Keluarga PMI Aktif Berkomunikasi di Tengah Perang AS-Israel vs Iran

Alhamdulillah kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya bisa difasilitasi balik ke rumahnya masing-masing. Ini tahap ketiga dan malam ini akan ada yang datang lagi,” terangnya.

“Semoga mereka bisa kembali dengan selamat dan selamat bertemu dengan keluarga di rumah,” pungkasnya. 

Mahasiswa Berterima Kasih

Sementara itu, Dian, mahasiswa Kedokteran asal Malang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenlu dan Pemprov Jatim yang sudah memfasilitasi kepulangannya dari Iran menuju Tanah Air.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap mulai KBRI di Teheran, KBRI Azerbaijan, kemudian dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk balik ke Indonesia.

“Jadi mulai Kemenlu, KBRI Teheran di Iran, terus KBRI Azerbaijan, kemudian sempat dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk balik ke Indonesia. Habis itu dihubungkan ke Badan Penghubung Daerah untuk difasilitasi balik ke daerah masing-masing,” kata Dian. 

Baca juga: Nasib 2 Rombongan Umrah Asal Tulungagung yang Terjebak di Arab Saudi Imbas Perang Iran

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved