Selasa, 19 Mei 2026

Hikmah Ramadan

Hari Raya Idulfitri Kembali ke Fitrah, Apa Maksudnya?

Dalam kamus Lisan Arab, kamus Bahasa Arab terlengkap, fitrah (fithrah) berasal dari akar kata "fathara-fathran," berarti "membelah," "merobek."

Tayang:
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNSUMSEL.COM/LISMA/GRAFIS/CANVA
ILUSTRASI RAMADAN - Ramadan Mubarak 1447 H. 

Kembali ke Fitrah

Oleh: Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar.

TRIBUNMADURA.COM - Kenapa sering disebut Hari Raya Idulfitri Kembali ke fitrah? Sebetulnya tidak salah juga karena setelah Ramadan seusai melakukan berbagai amaliah Ramadan, Tuhan akan membersihkan diri seseorang dari berbagai dosa yang telah dilakukan di masa lampau, sehingga pada saatnya Dia mengembalikannya ke sebuah dunia baru, yang tak lain Adalah dunia fitri, yang pernah dilewati manusia di masa kecilnya.

Dalam kamus Lisan Arab, kamus Bahasa Arab terlengkap (15 jilid), fitrah (fithrah) berasal dari akar kata "fathara-fathran," berarti "membelah," "merobek," "tumbuh," dan "berbuka."

Dari akar kata yang sama, lahir kata "fithrah" berarti sifat pembawaan sejak lahir, seperti dalam ayat: Fithrah Allah al-ladzi fathara al-nasa ‘alaiha (Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, sebagaimana dijelaskan dalam ayat: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS al-Rum/30:30). 

Kata Idul Fitri (‘id al-fithr) berarti kembali berbuka setelah sebulan penuh berpuasa di siang hari Bulan Ramadan.

Bisa juga berarti ‘id al-fthrah, kembali ke sifat bawaan kita sejak lahir, yaitu bersih dan suci, setelah sebulan penuh ditempa berbagai amalan Ramadan.

Dari pengertian ini difahami bahwa yang bisa kembali ke fitrah ialah mereka yang telah melakukan berbagai macam upaya pembersihan dan penyucian diri melalui amaliah Ramadan, seperti puasa, zakat, qiyamullail, iktikaf, dan berbagai amal sosial seperti sedekah, silaturahmi, memberi buka puasa, dan lain sebagainya.

Idulfitri bisa dimaknai kita mudik ke kampung halaman biologis kita.

Baca juga: Niat Iktikaf Ramadan 2026, Simak Syarat serta Tata Cara Pelaksanaannya

Kita kembali makan dan minum serta berhubungan suami istri. Kita juga mudik ke kampung halaman tempat kelahiran kita, tempat di mana orang tua kita dimakamkan, tempat di mana kita pernah belajar pertama kali mengaji dan mengenal huruf, lalu kita merantau ke kota.

Sedangkan Idul Fitrah bisa dimaknai kita kembali ke jati diri kita yang paling orisinal dan genuine.

Kita kembali kepada keluhuran hati nurani, kembali ke dalam suasana batin paling luhur dan lurus. Setelah sebulan penuh kita ditraining secara spiritual maka sekarang kita memiliki energi spiritual baru.

Semoga energi baru ini mampu memproteksi kita terhadap berbagai godaan iblis, seperti kembali mengoleksi dosa-dosa langganan, kembali ringan tangan dan bermulut tajam. 

Kita berharap selama sebulan penuh kita melakukan amaliah Ramadan menimbulkan dampak positif pada orang-orang terdekat kita.

Bagaimana pembantu, sopir, tukang kebun, satpam, dan karyawan kita merasakan perubahan di dalam diri kita, misalanya mereka merasakan tuan dan nyonyanya tidak lagi gampang marah, tidak lagi pelit, tidak lagi ringan tangan, tidak lagi kasar, dan tidak lagi sombong dan angkuh.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved