Selasa, 19 Mei 2026

Lebaran 2026

Anjuran Salat Safar sebelum Perjalanan, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa

Salat safar merupakan amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebelum seseorang melakukan perjalanan. Berikut bacaan niat dan doanya.

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Tribunpontianak.co.id/Endro
SALAT SAFAR - Ilustrasi seorang Muslim melaksanakan salat sebelum bepergian. Salat safar dianjurkan dilakukan dua rakaat sebelum memulai perjalanan sebagai bentuk doa memohon keselamatan dan keberkahan. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang mudik Lebaran 2026, umat Islam dianjurkan mempersiapkan perjalanan tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual. 
  • Salah satu amalan yang disunahkan adalah salat safar, yakni salat dua rakaat sebelum bepergian. Ibadah ini bertujuan memohon perlindungan, kemudahan, serta keberkahan selama perjalanan. 
  • Salat safar dapat dilakukan kapan saja sebelum berangkat dan tata caranya sama seperti salat sunah pada umumnya.

TRIBUNMADURA.COM – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, jutaan umat Muslim di Indonesia mulai bersiap melakukan perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman alias mudik, Kamis (12/3/2026).

Selain menyiapkan kendaraan, bekal, dan kondisi fisik, Islam juga menganjurkan umatnya mempersiapkan perjalanan dengan ikhtiar spiritual, salah satunya melalui salat sunah safar.

Salat sunah safar merupakan ibadah dua rakaat yang dianjurkan dilakukan sebelum seseorang meninggalkan rumah untuk bepergian.

Amalan ini menjadi bentuk doa dan tawakal kepada Allah SWT agar perjalanan yang ditempuh diberi kemudahan, keselamatan, serta keberkahan.

Dalam praktiknya di Indonesia, salat sunah safar kerap dilakukan oleh jemaah haji sebelum berangkat menuju Tanah Suci.

Meski demikian, anjuran tersebut tidak hanya berlaku bagi mereka yang hendak menunaikan ibadah haji.

Salat sunah safar juga dianjurkan bagi setiap Muslim yang akan melakukan perjalanan jauh dengan tujuan yang baik, seperti bersilaturahmi, urusan pekerjaan, perjalanan niaga, maupun keperluan lainnya yang tidak bertentangan dengan syariat.

Baca juga: Sejarah Salat Tarawih, Dari Qiyam Ramadan hingga Disatukan di Masa Khalifah Umar

Dalil dan Tuntunan Nabi SAW

Melansir laman resmi Kemenag.go.id anjuran melaksanakan salat sunah safar memiliki dasar dari sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.

Satu di antaranya diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah ketika hendak meninggalkan suatu tempat.

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنْزِلُ مَنْزِلاً إِلاَّ وَدَّعَهُ بِرَكْعَتَيْنِ

Artinya: “Sungguh, Nabi Muhammad SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan salat dua rakaat.” (HR Anas bin Malik)

Selain itu, Imam Thabrani juga meriwayatkan hadis yang menjelaskan keutamaan dua rakaat sebelum bepergian.

مَا خَلَّفَ أَحَدٌ عَلَى أَهْلِهِ أَفْضَلُ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِنْدَهُمْ حِينَ يُرِيدُ السَّفَرَ

Artinya: “Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seseorang bagi keluarganya selain dua rakaat yang ia kerjakan di tengah mereka ketika hendak melakukan perjalanan.” (HR Ath-Thabrani)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa salat dua rakaat sebelum keluar rumah dapat menjadi perlindungan dari berbagai keburukan.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved