Minggu, 10 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Asal-usul Nama Banyuwangi dan Jejak Sejarah Blambangan

Legenda Sri Tanjung hingga Puputan Bayu, kisah asal-usul nama dan sejarah panjang Banyuwangi yang sarat budaya dan perjuangan.

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/Tribun Jatim Network/Humas Pemkab Banyuwangi
GANDRUNG SEWU - 1.400 penari dengan tema “Selendang Sang Gandrung,” menampilkan koreografi gerakan yang anggun dan harmonis memukau ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Banyuwangi memiliki sejarah panjang yang berakar dari legenda Sri Tanjung, asal-usul nama yang berarti air harum. 
  • Daerah ini juga terkait erat dengan kejayaan Kerajaan Blambangan dan peristiwa heroik Puputan Bayu pada 18 Desember 1771 yang menjadi hari jadinya. 
  • Selain dikenal sebagai The Sunrise of Java, Banyuwangi memiliki banyak julukan seperti Bumi Blambangan, Kota Osing, hingga Kota Festival karena kekayaan budaya dan tradisinya.

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi berada di ujung timur Provinsi Jawa Timur.

Dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kisah sejarah dan legenda yang melekat kuat.

Daerah yang berbatasan langsung dengan Selat Bali ini memiliki perjalanan panjang sejak masa Kerajaan Blambangan hingga menjadi kabupaten seperti sekarang.

Asal-usul Nama Banyuwangi 

Mengutip dari Kompas.com nama Banyuwangi dipercaya berasal dari legenda Sri Tanjung yang telah diwariskan turun-temurun. 

Kisah ini bermula pada masa pemerintahan Prabu Sulahkromo yang terpikat pada kecantikan Sri Tanjung, istri Patih Sidopekso.

Untuk menyingkirkan sang patih, raja memberi tugas berat yang membuat Sidopekso harus meninggalkan istana.

Saat kesempatan itu datang, Prabu Sulahkromo mencoba merayu Sri Tanjung, namun tidak berhasil.

Ketika patih kembali, raja justru memfitnah Sri Tanjung telah menggodanya.

Dipenuhi amarah, Sidopekso menuduh istrinya tidak setia. Sri Tanjung yang merasa tidak bersalah meminta satu pesan terakhir sebelum dibunuh, agar jasadnya diceburkan ke sungai.

Ia berpesan, jika air berbau busuk berarti ia bersalah, namun jika harum berarti ia tidak bersalah.

Setelah ia ditikam dan dihanyutkan, air sungai yang semula keruh justru berubah jernih dan mengeluarkan aroma wangi.

Dari peristiwa inilah muncul nama “Banyuwangi” yang dalam bahasa Jawa berarti air harum.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata di Banyuwangi Simulasikan New Normal, Ada Kawah Ijen hingga Taman Alas Purwo

Sejarah Banyuwangi 

Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Blambangan yang pernah berjaya di wilayah tersebut.

Pada masa Pangeran Tawang Alun hingga Danuningrat, Blambangan menjadi pusat kekuatan di ujung timur Pulau Jawa.

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved